YESUS DIKUBURKAN


Lukas 23 : 50 - 54

50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. 52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. 54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Helen Keller, seorang penulis dan aktivis politik dari Amerika Serikat menulis demikian: “Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima.” Bila dikaitkan dengan bacaan Alkitab hari ini, kalimat yang indah tersebut menggambarkan tentang seorang tokoh yang bernama Yusuf dari Arimatea anggota Majelis Besar yang baik dan benar yang tidak setuju dengan keputusan dan hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah terhadap Yesus. Salah satu bukti kasihnya, ia memberi makam untuk mengubur Yesus. Pada waktu itu, kebiasaan yang terjadi bagi mayat-mayat penjahat yang mati di kayu salib adalah dibiarkan begitu saja untuk dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai. Namun demikian, hal ini tidak terjadi pada Yesus. Yusuf dari Arimatea, menghadap Pilatus dan meminta agar diperbolehkan untuk mengambil mayat Yesus dan menguburkan-Nya. Setelah permohonannya dikabulkan, ia kemudian menurunkan mayat Yesus dan mengapaninya dengan kain lenan. Lalu membaringkan-Nya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu.


Di tengah kisah sengsara Yesus di kayu salib, ternyata ada kejadian indah yang lahir dari sebuah hati yang menerima kasih Allah. Yusuf dari Arimatea datang dan memakamkan mayat Yesus di tempat yang layak. Ia tidak takut dicemooh orang ataupun rugi secara materiil. Ia menutup kisah sengsara hari itu dengan perbuatan baik yang dilandasi keyakinannya akan kebenaran yang terdapat pada diri Yesus.


Sobat Teruna, kita telah melihat, mendengar dan menerima kebaikan Tuhan Yesus dalam kehidupan ini. Mari tunjukkan kasih kita kepada-Nya melalui perbuatan kasih yang rela berkorban dan dalam kebenaran bagi kemuliaan nama-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku untuk berani berkorban melakukan perbuatan baik dan dalam kebenaran demi kasihku kepada-Mu.