BERANI MENGATAKAN YANG BENAR

7 May 2020

 

Imamat 5 : 1 - 6

                              

Apabila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri. Atau bila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apa pun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah.Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apa pun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu. Jadi apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu, dan haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

 

Sobat Teruna, pernahkah menonton persidangan di televisi? Apa yang menarik dari jalannya persidangan tersebut? Bagi Sobat Teruna yang pernah menyaksikan jalannya persidangan melalui salah satu stasiun televisi, pasti tahu apa yang menarik. Yang mungkin menarik adalah kesaksian dari para saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut.

 

Kita tahu bahwa dalam sebuah persidangan, ada hakim yang akan memutuskan vonis (hukuman) dari perkara yang disidangkan. Penuntut yang menuntut terdakwa atas dakwaan yang diajukan. Pengacara atau pembela, yaitu mereka yang membela si terdakwa. Saksi yang dihadirkan dalam persidangan. Para saksi inilah yang akan memberikan kesaksian atas perbuatan si terdakwa. Saksi yang dihadirkan dapat memberatkan atau meringankan bagi si terdakwa. Karena itu, setiap saksi yang dihadirkan dalam persidangan harus disumpah. Tujuannya adalah agar kesaksian yang disampaikan adalah sungguh-sungguh benar. Jika kesaksian yang diberikan tidak benar, saksi tersebut dapat juga dikenakan hukuman karena dianggap memberikan keterangan palsu.

 

Begitu pun umat Tuhan, apabila mengetahui sesuatu yang terjadi namun tidak mau memberikan keterangan, maka dia dianggap bersalah (ay.1). Hal ini juga yang menjadi bagian dari diri kita selaku teruna. Jika ada hal-hal yang diketahui tidak benar, tetapi enggan menyampaikan atau memberitahukan hal ketidakbenaran tersebut, maka kita tidak menjadi saksi untuk mengungkapkan kebenaran. Mungkin ada yang merasa takut menyatakan yang benar. Namun demikian, kita percaya bahwa kebenaran yang diungkapkan akan didukung oleh orang lain yang juga peduli dengan hal tersebut. Jadi, mari sobat Teruna berani menyatakan kebenaran. Jangan takut dan tetap percaya bahwa Tuhan bersama dengan kita yang menjadi saksi kebenaran-Nya. Dia melindungi dan menjamin para saksi kebenaran-Nya.

 

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong kuatkan aku untuk berani menyatakan yang benar.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon