LAKUKAN SELALU KEBENARAN


Imamat 6 : 1 - 7

1 Tuhan berfirman kepada Musa: 2 ”Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap Tuhan, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya, 3 atau bila ia menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia bersumpah dusta – dalam perkara apa pun yang diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa – 4 apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu, 5 atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya. 6 Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, menjadi korban penebus salah, dengan menyerahkannya kepada imam. 7 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan Tuhan, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apa pun yang diperbuatnya sehingga ia bersalah.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, pasti kita pernah berbuat kesalahan. Sekecil apapun kesalahan yang diperbuat, tetaplah kesalahan. Banyak sebab mengapa kita berbuat kesalahan. Ada alasan karena kita mengingini sesuatu yang dimiliki orang lain, berbohong agar mendapatkan apa yang diinginkan atau godaan yang membuat ‘tergoda” sehingga melakukan kesalahan, dll..


Umat Isreal selalu diingatkan dalam berperilaku sehari-hari. Mereka yang berubah setia terhadap Tuhan, merampas barang milik orang lain, mengambil sesuatu yang bukan kepunyaannya merupakan perbuatan yang tidak benar. Semua akan menjadi dosa bagi dirinya. Walaupun dalam masa itu, semuanya dapat dipulihkan dengan mempersembahkan korban penebus salah kepada Tuhan dan membayar pengganti atas apa yang diambilnya sebanyak nilai barang itu dengan ditambah seperlima dari nilai harga benda tersebut.


Sobat Teruna, yang menjadi penting adalah bagaimana perbuatan hidup kita. Hendaklah kita selalu menyatakan kebenaran. Jangan karena digoda oleh keinginan, maka kita melakukan tindakan yang tidak benar. Sesungguhnya Tuhan tidak senang kepada orang yang melakukan ketidakbenaran. Tuhan suka kepada mereka yang melakukan kebenaran. Berkata jujur, tidak menipu, mengasihi teman, sesama dan menolong orang lain sesuai kemampuan diri selaku teruna.


Semua perbuatan baik tersebut mencerminkan sikap hidup kita yang mau diatur oleh Tuhan. Teruna yang mau hidupnya diatur Tuhan berarti kehidupannya berada di dalam keteraturan, bukan kekacauan. Banyak orang yang hidup tidak disiplin dan semaunya sendiri. Akhirnya, hidupnya kacau dan mengganggu ketertiban umum. Hidupnya tidak menjadi berkat dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Keteraturan yang benar menjadi berkat bagi diri sendiri yang berdampak bagi teman dan sesama. Mari Sobat Teruna, jadikan hidup kita teratur dalam kebenaran firman Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku mau menyatakan selalu kebenaran-Mu di dalam hidupku.