MENGENDALIKAN AMARAH


Yakobus 1 : 19 - 21

19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, coba ingat sejenak, kapan terakhir kali kita marah kepada orang lain? Apakah ada untungnya kalau kita marah kepada orang itu? Kemarahan adalah salah satu jenis emosi yang ada dalam diri manusia. Selain marah, jenis emosi lain yang ada dalam diri manusia adalah sedih, bahagia, takut. Itu berarti emosi tidak selalu berarti kemarahan. Kemarahan sebenarnya tidak selalu negatif. Kemarahan yang diungkapkan atas suatu sikap ketidakbenaran yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang kadang diperlukan agar jangan sampai ketidakbenaran dianggap sebagai kebenaran (contoh: kemarahan Yesus di halaman Bait Allah). Persoalannya adalah kita sering melampiaskan kemarahan tanpa dasar atau alasan yang jelas dan mengungkapkannya bukan kepada orang yang tepat juga di waktu yang tepat. Kemarahan seperti itu sangat negatif dan merugikan bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Menurut penelitian, orang yang pemarah akan terkena resiko penyakit jantung 8,5 kali lebih tinggi.


Firman Tuhan mengingatkan kita untuk cepat mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata dan marah. Maksudnya, ketika kita mendengar sesuatu yang mengesalkan hati, tidak perlu kita langsung berkomentar negatif apalagi sampai meluapkan kemarahan untuk membenarkan diri. Mungkin dengan kemarahan, kita bisa membela atau membenarkan diri di hadapan manusia, tetapi tidak di hadapan Allah. Bagaimana caranya agar kita tidak dikuasai kemarahan? Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus membuang segala hal negatif, kotor dan jahat dari pikiran dan hati serta menerima dan mendengarkan dengan lemah lembut firman Tuhan. Pengkhotbah mengatakan, “Jangan lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh” (Pkh. 7:9). Mari mengendalikan amarah dan berhikmat!

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong kuasailah hati dan pikiranku, agar aku tidak menjadi pribadi pemarah, tetapi peramah yang selalu mewujudkan damai-Mu.