BERHUBUNGAN DAN MENYATUKAN


1 Korintus 12 : 14 - 26

14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 15 Andaikata kaki berkata: ”Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 16 Dan andaikata telinga berkata: ”Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. 19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? 20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. 21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Tubuh kita terdiri atas kepala, badan, tangan dan kaki. Masing-masing memiliki bagiannya sendiri. Kita dapat menjumpai dua mata, dua telinga, satu mulut dan dua pipi yang sedang mengelilingi hidung di kepala. Kita dapat melihat jari-jari di tangan kiri dan tangan kanan yang bekerjasama dengan lincah memutar mainan rubik sampai mendapatkan susunan warna yang diinginkan. Itu tidak mudah. Jari-jari kita harus dibantu oleh otak kiri. Semua bagian tubuh itu saling berhubungan. Ketika salah satu merasa sakit, bagian yang lain pun akan beraksi. Ketika jari telunjuk terjepit pintu, kedua mata kita ikut beraksi. Mereka melotot sebelum jerit kesakitan keluar dari mulut kita. Ketika kakak menggelitik pinggang kita, mulut pun tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Begitu gelinya, beberapa teman sampai mengeluarkan air mata, lho.


Hubungan erat di antara bagian-bagian tubuh itu dipakai oleh Rasul Paulus untuk menggambarkan relasi akrab yang seharusnya dimiliki jemaat Korintus. Jemaat Korintus harusnya memiliki hubungan baik satu dengan yang lain. Jika ada yang menderita, semua turut merasakan. Jika ada yang mendapat penghormatan, semua juga turut merasa senang. Namun demikian, Paulus mendengar bahwa beberapa anggota jemaat di Korintus tidak memelihara hubungan yang baik. Mereka sering ribut dengan meributkan hal-hal yang tidak penting.


Dalam hubungan pertemanan dengan siapa pun, kita harus menjaga relasi yang baik. Kita harus belajar mengerti perasaan teman. Hubungan yang akrab, jika dipelihara dengan baik akan menggambarkan persatuan yang erat. Lingkungan pergaulan kita membutuhkan persatuan yang erat itu. Jujur saja, Sobat Teruna lebih menyukai pertemanan daripada permusuhan, kan? Jadilah teman yang baik bagi siapa pun dan menyatukan semuanya. Setuju?

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Allah yang Mahakasih, tolong jadikan aku sebagai sahabat yang baik dan menyatukan semua orang yang Engkau kasihi.