WORK IN PROGRESS


Imamat 18: 1 - 5

1 Tuhan berfirman kepada Musa: 2 ”Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah Tuhan, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah Tuhan.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, ketika seorang bayi belajar merangkak, berdiri, dan berjalan, dibutuhkan waktu dan kesungguhan dari dalam dirinya untuk bisa melakukan itu. Jika dibimbing dan diberi hadiah oleh orang-orang yang mencintainya, maka bayi itu akan semakin bersemangat melakukan pembelajaran dengan kemauan yang kuat dari hatinya. Menurut istilah yang dipakai oleh perusahaan manufaktur, yaitu usaha yang mengubah bahan mentah menjadi barang siap pakai, maka keberadaan yang demikian itu disebut work in progress (sedang dalam proses pengerjaan).


Keluarnya Bangsa Israel dari tempat perbudakan, yaitu Mesir bukan berarti mereka telah mencapai kondisi akhir dari rencana Tuhan atas hidup umat-Nya tersebut. Keberadaan mereka justru seperti bayi yang baru ‘keluar dari perut’ dan sedang berproses bertumbuh menjadi umat pilihan Tuhan. Karena itu Allah memberikan 10 Perintah ketika mereka sampai ke Gunung Sinai setelah keluar dari Mesir. Kemudian ketika mereka sampai di Kanaan, ternyata Tuhan belum selesai membentuk Bangsa Israel. Tuhan kembali memberikan berbagai aturan kehidupan yang harus dilakukan di sana sebagai bangsa pilihan. Mereka dilarang mengikuti kebiasaan hidup orang Kanaan, melainkan harus berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan, karena orang yang melakukannya akan hidup (ayat 5).


Situasi di atas juga tepat untuk menggambarkan teruna-teruna Kristus yang masih terus-menerus belajar mematuhi perintah Tuhan. Allah ingin kita melakukan perintah-Nya karena mengasihi-Nya bukan terpaksa. Jika terus memiliki kemauan itu, maka secara alami kita akan menyukai dan melakukan perintah Tuhan dari hati. Tuhan belum selesai membentuk kita menjadi alat-Nya yang berdayaguna. Jadi teruslah berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan, karena orang yang melakukannya akan diberkati dan menjadi berkat yang memuliakan Nama-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Biarlah Roh Kudus-Mu menerangi hatiku dan membimbingku untuk terus menuruti perintah-Mu selama hidupku di bumi, sehingga aku dapat menyenangkan hati-Mu selalu, ya Tuhan dan Allahku. Amin.