SALAH BERSIKAP KARENA BELUM PAHAM


Yohanes 4 : 1 - 10

1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 2– meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, – 3 Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: ”Berilah Aku minum.” 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: ”Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia




Sobat Teruna, air adalah sumber kehidupan. Tanpa air manusia tidak bisa bertahan hidup. Manusia bisa bertahan hidup agak lama tanpa makan, tetapi tidak demikian jika dia kurang mengonsumsi air untuk tubuhnya.


Dalam perjalanan-Nya meninggalkan Yudea menuju ke Galilea, Yesus harus melewati Sikhar, salah satu kota di Samaria. Dalam kelemahan tubuh-Nya setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, Yesus haus. Ia meminta kepada salah seorang perempuan Samaria di sana untuk memberi-Nya air. Perempuan itu secara spontan menanggapi dengan nada agak keberatan karena orang Yahudi (seperti Yesus) biasanya tidak bergaul dengan orang Samaria. Namun demikian, Yesus memberikan jawaban yang menggugah hati si perempuan Samaria untuk merenungkan maksud dan tujuan mulia, serta upah tak ternilai yang terkandung dalam sebuah permintaan melakukan perbuatan kasih dari yang memintanya. Kemudian perempuan tersebut memberikan respons yang rasional dan realistis karena melihat keterbatasan yang ada pada diri Yesus saat itu, serta belum menyadari siapa Dia.


Sobat Teruna terkasih, seperti perempuan Samaria ini, seringkali kita salah bersikap di hadapan Allah. Misalnya, ketika Allah meminta kita melakukan sesuatu bagi Dia dalam hal pelayanan, kita berpikir bahwa Allah sedang membutuhkan bantuan kita. Padahal justru kita yang sesungguhnya sedang diberi kesempatan untuk bekerja bagi-Nya. Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa. Dia sanggup menyediakan air untuk diri-Nya sendiri. Dia juga sanggup melakukan pekerjaan pelayanan-Nya di bumi tanpa kita. Jika Sobat Teruna sedang terlibat dalam kegiatan pelayanan saat ini, maka berbahagialah karena Tuhan masih bersedia memberikan kesempatan melayani Dia. Sebagai upahnya, Ia memelihara hidup kita di dunia ini dengan berkat-Nya bahkan melayakkan menerima anugerah kehidupan kekal.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku mohon penuhilah diriku dengan air hidup-Mu Tuhan, agar semakin menyadari arti kasih-Mu secara sempurna.