AHLI WARIS


Galatia 4 : 1 - 7

1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; 2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. 3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. 4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, sudah menjadi hal umum kalau seorang anak secara otomatis menjadi pewaris segala yang dimiliki oleh orang tuanya ketika mereka meninggal dunia. Dalam budaya Yahudi di abad-abad awal, meskipun anak secara umum menjadi ahli waris kekayaan orang tuanya, namun ada aturan khusus bahwa dia akan dianggap layak menerima warisan ketika sudah memasuki usia akil balig, yaitu saat tahu membedakan yang baik dan buruk. Usia akil balig itu sama dengan umur sebagian besar Sobat Teruna sekarang.


Di dalam bacaan Alkitab tadi dijelaskan bahwa kondisi orang yang di luar iman (belum percaya) kepada Yesus itu sama seperti seorang anak yang belum akil balig. Segala hak-nya masih tertahan, karena ada syarat yang belum dipenuhi. Bahkan orang itu sedikit pun tidak ada bedanya dengan seorang hamba karena masih takluk kepada roh-roh dunia. Yesus Kristus diutus Bapa ke dalam dunia untuk menjadi Juruselamat, sehingga orang mengenal kebenaran. Ia kemudian melakukan karya penyelamatan melalui kematian dan kebangkitan-Nya untuk melepaskan manusia dari belenggu kuasa dosa. Mereka yang percaya kepada-Nya memperoleh pembaruan status sebagai anak-anak Bapa-Nya dan berhak menjadi ahli waris kerajaan-Nya.


Sobat Teruna, sungguh luar biasa arti pengorbanan Kristus. Kita yang tadinya tidak layak, secara drastis naik status menjadi anak yang adalah ahli waris kerajaan-Nya. Hiduplah selalu berpadanan dengan status kita sebagai anak Tuhan. Sejatinya tidak ada anak Tuhan yang berbuat curang dengan melakukan tindakan menyontek dalam ujian. Tidak ada ahli waris-Nya yang masih suka berbohong dan melawan orang tua. Tunjukkanlah bahwa kita adalah ahli waris Kerajaan Allah yang sejati dengan cara hidup berkenan di hadapan-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terimakasih Tuhan, karena Engkau memandang aku mulia di tengah keterpurukanku sebagai orang berdosa dengan menjadikanku sebagai ahli waris kerajaan-Mu.