BUAH DARI KEBAIKAN DAN KESETIAAN

17 Jun 2020

 

Kejadian 50 : 1- 14

                              

 1 Lalu Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia. 2 Dan Yusuf memerintahkan kepada tabib-tabib, yaitu hamba-hambanya, untuk merempah-rempahi mayat ayahnya; maka tabib-tabib itu merempah-rempahi mayat Israel. Hal itu memerlukan empat puluh hari lamanya, sebab demikianlah lamanya waktu yang diperlukan untuk merempah-rempahi, dan orang Mesir menangisi dia tujuh puluh hari lamanya. 4 Setelah lewat hari-hari penangisan itu, berkatalah Yusuf kepada seisi istana Firaun: ”Jika kiranya aku mendapat kasihmu, katakanlah kepada Firaun, 5 bahwa ayahku telah menyuruh aku bersumpah, katanya: Tidak lama lagi aku akan mati; dalam kuburku yang telah kugali di tanah Kanaan, di situlah kaukuburkan aku. Oleh sebab itu, izinkanlah aku pergi ke sana, supaya aku menguburkan ayahku; kemudian aku akan kembali.” Lalu berkatalah Firaun: ”Pergilah ke sana dan kuburkanlah ayahmu itu, seperti yang telah disuruhnya engkau bersumpah.” Lalu berjalanlah Yusuf ke sana untuk menguburkan ayahnya, dan bersama-sama dengan dia berjalanlah semua pegawai Firaun, para tua-tua dari istananya, dan semua tua-tua dari tanah Mesir, serta seisi rumah Yusuf juga, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya; hanya anak-anaknya serta kambing domba dan lembu sapinya ditinggalkan mereka di tanah Gosyen. Baik kereta maupun orang-orang berkuda turut pergi ke sana bersama-sama dengan dia, sehingga iring-iringan itu sangat besar. 10 Setelah mereka sampai ke Goren-Haatad, yang di seberang sungai Yordan, maka mereka mengadakan di situ ratapan yang sangat sedih dan riuh; dan Yusuf mengadakan perkabungan tujuh hari lamanya karena ayahnya itu. 11 Ketika penduduk negeri itu, orang-orang Kanaan, melihat perkabungan di Goren-Haatad itu, berkatalah mereka: ”Inilah perkabungan orang Mesir yang amat riuh.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai Abel-Mizraim, yang letaknya di seberang Yordan. 12 Anak-anak Yakub melakukan kepadanya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. 13 Anak-anaknya mengangkut dia ke tanah Kanaan, dan mereka menguburkan dia dalam gua di ladang Makhpela yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik, yaitu ladang yang di sebelah timur Mamre. 14 Setelah ayahnya dikuburkan, pulanglah Yusuf ke Mesir, dia dan saudara-saudaranya dan semua orang yang turut pergi ke sana bersama-sama dengan dia untuk menguburkan ayahnya itu.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

 

 

Sobat Teruna, Yusuf merupakan tokoh yang kisahnya diceritakan cukup panjang dalam Alkitab. Ia di Mesir sejak usia tujuh belas tahun. Ia menjadi Perdana Menteri Mesir pada usia tiga puluh tahun. Ayahnya, Yakub pindah ke Mesir saat Yusuf berusia tiga puluh sembilan tahun. Tujuh belas tahun kemudian Yakub meninggal. Sebelum meninggal, Yakub berpesan agar dia dikubur di Kanaan. Firaun mengizinkan Yusuf untuk sejenak meninggalkan Mesir, menguburkan ayahnya. Ternyata bukan hanya Yusuf dan saudara-saudaranya yang ke Kanaan, melainkan semua pegawai Firaun, para tua-tua dari istananya maupun yang ada di tanah Mesir juga turut serta, sehingga dikatakan iring-iringan itu sangat besar (ayat 9). Selanjutnya diadakan perkabungan tujuh hari lamanya. Peristiwa itu dikenal sebagai perkabungan orang Mesir yang amat riuh (ayat 11).

 

Sobat Teruna, Yusuf bukan bangsa Mesir, juga Yakub ayahnya. Namun demikian, orang Mesir menunjukkan rasa turut berdukacita yang dalam. Mengapa orang Mesir mau berbuat demikian? Tentu tidak lepas dari sikap Yusuf dalam menjalankan tugasnya di Mesir. Ada banyak sifat baik Yusuf, sehingga dia bukan hanya dipercaya tetapi juga dikasihi dan diperhatikan oleh Firaun serta orang Mesir. Kebaikan dan kesetiaan Yusuf telah mendatangkan berkat bagi Firaun, orang Mesir dan seluruh keluarga besar ayahnya. Berkat tidak hanya berupa sandang-pangan-papan, tetapi juga hubungan baik yang terjalin antara keluarga Yusuf dan orang Mesir.

 

Mari meneladani Yusuf yang baik dan setia melakukan yang benar di mata Tuhan selama hidupnya. Dengan berbuat baik dan setia, maka buahnya kelak berguna bagi diri sendiri, orang-orang di sekitar kita, bahkan menjadi berkat bagi yang satu bangsa maupun yang berbeda, seperti Yusuf.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku memohon Engkau meneguhkan hatiku untuk memilih berbuat baik serta setia melakukan yang benar di mata-Mu, sehingga kehadiranku menjadi berkat bagi sekitarku demi kemuliaan Nama-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon