SADAR DAN WASPADA

18 Jun 2020

 

Kejadian 14 : 1- 12

                              

 1 Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah, bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar. Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni Laut Asin. Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak. Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun. Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon-Tamar. Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim, melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima. 10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. 11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi. 12 Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi – sebab Lot itu diam di Sodom.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

 

Tinggal di wilayah yang sedang terjadi peperangan menyebabkan Lot dan keluarga terkena dampaknya. Tentu rasa takut dan tidak nyaman dirasakan ketika mereka kalah dan harus dibawa ke wilayah musuh sebagai tawanan. Sebuah peperangan bisa terjadi karena perebutan wilayah, perbedaan ideologi, penyalahgunaan kekuasaan yang menyebabkan adanya pemberontakan, dsb. Apa pun penyebabnya, peperangan membawa penderitaan dan kerugian baik harta maupun nyawa. Bagi mereka yang selamat harus berjuang untuk tetap hidup dengan mengatasi berbagai dampak seperti trauma, kehilangan anggota keluarga, harta benda, pekerjaan dan tempat tinggal.

 

Sobat Teruna, mungkin saat ini kita tidak berada di tengah situasi perang sebagaimana Lot. Namun demikian, ada “peperangan” antara kebaikan dan kejahatan yang setiap hari terjadi baik dalam diri sendiri maupun dengan orang-orang di sekitar kita. Peperangan antara memilih melakukan yang benar atau salah, bersikap sopan atau kasar, taat atau memberontak, mengalah atau melawan, jujur atau curang, mengasihi atau tidak peduli, dsb.. Tanpa sadar, ternyata sikap kita ikut menimbulkan situasi tidak nyaman, bahkan menyebabkan orang lain menderita ketika membiarkan perbuatan bullying­, melawan orang tua, menghasut teman, merendahkan guru, tidak bertanggung jawab, dsb.

 

Mari Sobat Teruna, SADARI apabila mungkin ada sikap bahkan kebiasaan kita yang telah menyebabkan orang lain bersusah hati bahkan menderita. Mungkin karena kita malas, cuek, mengabaikan hal-hal kecil, orang tua kita menjadi lelah hati, bahkan sakit fisik dan pikiran. Hentikanlah kebiasaan buruk itu. WASPADA-lah apabila ada orang atau situasi yang menggoda untuk melakukan hal tidak benar, tidak adil, yang merugikan orang lain, agar jangan sampai kita ikut di dalamnya!

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan Yesus, aku mohon pengampunan atas sikapku yang telah menyebabkan orang lain menderita. Tolong agar aku sadar dan waspada dalam bertindak sehingga tidak merugikan orang lain.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon