BAHAYA MENINGGALKAN SUMBER HIDUP

20 Jun 2020

Rut 1 : 1 - 14

                              

 1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. 2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. 3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. 4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya. 6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. 7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda, 8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: ”Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; Tuhan kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 9 kiranya atas karunia Tuhan kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 10 dan berkata kepadanya: ”Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu.” 11 Tetapi Naomi berkata: ”Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? 12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, 13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan Tuhan teracung terhadap aku?” 14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

 

 

Seorang anak memutuskan meninggalkan rumah dan ibunya untuk pergi ke kota, sekalipun sudah dilarang. Dia ingin mencari penghidupan yang baru agar lebih baik dibandingkan dengan keadaannya sekarang yang penuh keterbatasan bahkan penderitaan. Awalnya ia menikmati kesenangan hidup, namun kemudian tergilas dengan masalah di perkotaan dan menderita. Akhirnya ia memutuskan kembali ke ibunya dan rumah di kampung halamannya yang menopang kehidupannya dari kecil sampai dewasa.

 

Pembacaan Alkitab hari ini juga menceritakan seorang yang pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia bernama Elimelekh dan berkebangsaan Yahudi. Ia tinggal di Betlehem Yehuda. Isterinya bernama Naomi. Dua orang puteranya bernama Mahlon dan Kilyon. Akibat terjadi kelaparan di negeri Betlehem, akhirnya dia dan keluarganya memutuskan meninggalkan Betlehem. Pergi dari Betlehem berarti meninggalkan rumah kehidupan dan sumber penghidupan. Karena arti dari Betlehem adalah Rumah Roti. Betlehem merupakan wilayah tanah perjanjian yang diberikan Allah sebagai sumber penghidupan kepada orang Israel dan keturunannya. Namun demikian, Elimelekh karena kesukaran hidup yang dialaminya akhirnya memutuskan meninggalkan sumber pengidupannya dan pindah ke negeri asing bernama Moab. Akibatnya, Ia bukan mendapatkan kebahagiaan melainkan kematian dirinya dan kedua anaknya. Hanya isterinya yang hidup bersama kedua menantunya: Ruth dan Orpa.

 

Sobat Teruna, jika kita bertemu dengan kesukaran hidup, marilah tetap bersabar sambil berjuang dan menantikan pertolongan Tuhan. Tuhan tidak berkenan kita pergi dari medan perjuangan untuk lari dari kemelut. Terlebih Tuhan tidak berkehendak kita meninggalkan iman percaya kepada-Nya. Apapun yang terjadi, jangan meninggalkan persekutuan dengan-Nya; baik melalui doa, baca Alkitab dan ke IHMPT. Meninggalkan Tuhan dan ‘rumah-Nya’ berarti menolak berkat pemeliharaan-Nya, karena Dialah Sumber Hidup kita.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan tolong jauhkanlah aku dari keinginan meninggalkan persekutuan dengan Engkau, agar masa depanku tetap terpelihara.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon