BACK TO THE BIBLE

 

Amsal 10 : 23 - 32

                              

23 Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai. 24 Apa yang menggentarkan orang fasik, itulah yang akan menimpa dia, tetapi keinginan orang benar akan diluluskan. 25 Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi. 26 Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata,demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya. 27 Takut akan Tuhan memperpanjang umur,tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek. 28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia. 29 Jalan Tuhan adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat. 30 Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya, tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri. 31 Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat. 32 Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Kita bersyukur kepada Tuhan karena hari ini dapat memperingati ulang tahun ke-39 Yayasan Pendidikan (Yapendik) GPIB. Tantangan besar yang selalu dihadapi oleh Yapendik GPIB, orangtua maupun para pelayan di Jemaat adalah mendidik generasi penerus gereja dalam iman Kristen di tengah kemajuan teknologi, secara khusus di era industri 4.0 saat ini. Begitu pentingnya pendidkan sampai orangtua rela bekerja keras agar dapat membiayai keperluan anaknya di sekolah yang berkualitas; baik dari segi materi ilmu pengetahuan, fasilitas terlebih moralitas. Mengapa mereka sangat bersemangat? Tentu mereka memiliki banyak alasan, tetapi yang paling utama karena amanat firman Tuhan.

 

Dalam pembacaan hari ini, kita memperoleh gambaran perbandingan orang bebal (bodoh) yang gemar berlaku cemar dengan yang pandai dan melakukan hikmat (baca: kebajikan). Memang keduanya sama-sama mempunyai kesibukan tetapi hasil dari kesukaan yang dikerjakan terus menerus itu sangat berbeda pada akhirnya. Yang satu menjadi penggemar kejahatan yaitu melakukan tipu muslihat untuk mencapai keinginannya, karena pemalas. Yang lain menjadi orang bijak dalam memperjuangkan kebenaran dan harapannya. Harapan yang satu menjadi sia-sia, tetapi yang lain terwujud. Perbedaan itu menjadi semakin nampak ketika ujian datang. Yang satu gentar dan jatuh, yang lain siap dan lulus. Yang satu disebut orang fasik. Yang lain dinamakan orang benar dan tulus. Setelah diteliti, ternyata karena yang satu itu menyimpang dari kebenaran, tetapi yang lain takut akan Tuhan dan berada di dalam jalan-Nya sehingga beroleh perlindungan yang tetap. Orangtua tentu berharap kita memiliki gambaran masa depan yang indah. Caranya dengan mendidik kita untuk selalu kembali ke nilai-nilai kristiani (back to the bible). Mari mengikutinya!

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku bersyukur dan memohon berkat untuk Yapendik GPIB, para orangtua serta pelayan di jemaat agar mereka dapat mendidik dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, juga berpengharapan kepada-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon