TAAT = MENGASIHI TUHAN

4 Jul 2020

 

Hakim - Hakim 2 : 6 - 16

                              

6 Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. Dan bangsa itu beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan Tuhan bagi orang Israel. Dan Yosua bin Nun, hamba Tuhan itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas. 10 Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal Tuhan ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka beribadah kepada para Baal. 12 Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati Tuhan. 13 Demikianlah mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret. 14 Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. 15 Setiap kali mereka maju, tangan Tuhan melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh Tuhan dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak. 16 Maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.

 

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna yang setia, Yosua adalah pemimpin yang dipercayakan Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin Israel memasuki Tanah Perjanjian. Selama Yosua menjadi pemimpin, ia taat kepada Tuhan dan mengajarkan serta membimbing umat Israel agar tetap setia beribadah kepada-Nya. Sayangnya, ketika Yosua meninggal, kesetiaan Israel kepada Tuhan menjadi kendor. Mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka menyembah Baal yang merupakan dewa Kanaan. Mereka tidak lagi beribadah kepada Tuhan Allah yang telah membawa umat-Nya itu keluar dari perbudakan Mesir. Tuhan yang telah memberikan kemenangan bagi mereka untuk merebut Tanah Perjanjian dari penduduk asli Kanaan. Sikap yang demikian membuat Allah menegur umat-Nya itu dengan membiarkan mereka berperang sendiri tanpa pertolongan-Nya. Hal itu mengakibatkan Israel mengalami kekalahan bukan kemenangan yang sering mereka peroleh bersama Allah.

 

Sobat Teruna, kisah ini menunjukan bahwa ketidaktaatan Israel justru membawa keburukan bagi kehidupan mereka. Dengan demikian, firman Tuhan hendak mengajak kita untuk tetap setia dan taat melakukan perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak-anak-Nya. Penyembahaan terhadap Baal saat ini dapat juga digambarkan ketika kita menghabiskan waktu berjam-jam dengan Game Online, maupun media sosial sehingga tugas-tugas utama sering diabaikan. Tugas-tugas itu misalnya, menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, belajar yang tekun, setia melaksanakan amanat dari orang tua, dan memberikan bantuan bagi teman yang mengalami kesusahan. Marilah tunjukkan ketaatan kita dengan melakukan hal-hal positif yang berguna untuk diri sendiri dan sesama. Dengan melakukan hal-hal tersebut maka kita telah menunjukkan ketaatan kepada Tuhan Allah. Sebagai upahnya, Tuhan akan memberikan masa depan yang cerah dan penuh harapan untuk kita.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong mampukan aku untuk tetap setia dan taat kepadaMu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon