KEHADIRAN YANG MENGUATKAN

5 Jul 2020

 

Hakim - Hakim 4 : 1 - 9

                              

1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan. Lalu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim. Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya. Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: ”Bukankah Tuhan, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu.” Jawab Barak kepada Debora: ”Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju.” Kata Debora: ”Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.” Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna, siapakah yang tidak pernah mengalami ketakutan selama hidup? Tentu semua orang pernah mengalami rasa takut. Sebagai contoh, saat pemadaman listrik terjadi, bagaimana perasaan kita? Takut bukan? Apalagi jika kita hanya seorang diri di rumah. Beda rasanya saat ayah, ibu, kakak atau adik datang, kita akan punya keberanian, sehingga ketakutan itu berangsur-angsur hilang. Jadi, kehadiran orang lain yang menguatkan pada saat mengalami rasa takut membuat kita menjadi berani.

 

Ternyata pada kisah ini rasa takut juga dialami oleh seorang yang bernama Barak. Barak adalah seorang jendral tentara dari suku Israel. Sebagai seorang jendral, ia pun memiliki rasa takut ketika harus berperang. Mungkin ketakutan itu disebabkan ia pernah mengalami kalah perang ketika Israel meninggalkan Allah. Pengalaman itu membuat Barak takut untuk menghadapi peperangan yang berikutnya. Akan tetapi, di dalam ketakutannya, ia berjumpa dengan seorang nabiah perempuan yang dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan firman-Nya yakni Deborah. Deborah hadir memberikan penguatan kepada Barak agar memimpin pasukannya menuju gunung Tabor untuk berperang dan mengalahkan tentara musuh yang dipimpin oleh Sisera. Ia pun turut bersama dengan Barak. Kehadiran Deborah bagi Barak adalah kehadiran yang menguatkan, sehingga ia memperoleh kelegaan dan keberanian.

 

Firman Tuhan saat ini mau mengingatkan apakah sepanjang hari-hari kemarin kita telah hadir dan menguatkan teman-teman yang dikucilkan, yang mengalami bullying, yang sedih karena orang tuanya sedang bermasalah, yang bingung untuk melanjutkan sekolah karena biaya yang tidak cukup? Ataukah sebaliknya, kita membiarkan mereka dalam ketakutan dan kesedihan? Marilah kita belajar seperti Deborah untuk hadir memberikan penguatan bagi mereka yang merasa takut menghadapi apa pun.

 

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, mohon teguhkanlah imanku dalam mempercayai penyertaan-Mu, sehingga aku memiliki keberanian untuk melakukan kehendak-Mu, khususnya menolong sesamaku yang dicekam rasa takut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon