BERSAMA ALLAH KITA PASTI BISA

7 Jul 2020

 

Hakim - Hakim 6 : 1 - 24

                              

1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan; sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, 2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu. 3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka; 4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak. 5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya, 6 sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada Tuhan.7 Ketika orang Israel berseru kepada Tuhan karena orang Midian itu, 8 maka Tuhan mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: ”Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan. 9 Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. 10 Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah Tuhan, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.”11 Kemudian datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. 12 Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” 13 Jawab Gideon kepada-Nya: ”Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.” 14 Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: ”Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” 15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: ”Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” 16 Berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” 17 Maka jawabnya kepada-Nya: ”Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. 18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: ”Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.” 19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. 20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: ”Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian. 21 Dan Malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat Tuhan dari pandangannya. 22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan, lalu katanya: ”Celakalah aku, Tuhanku Allah! sebab memang telah kulihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.” 23 Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” 24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan dan menamainya: Tuhan itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna, saat kita memasuki jenjang pendidikan yang baru misalnya dari SD ke SMP, kadangkala muncul pertanyaan dalam hati, sanggupkah saya mengikuti pelajaran di tingkat yang lebih tinggi ini? Karena pelajaran yang akan diterima tentu tidak sama dengan yang lalu. Itu adalah pertanyaan yang wajar-wajar saja, sebab ada hal baru yang akan ditempuh sedangkan kita belum mempunyai pengalaman. Yang tidak wajar adalah ketika kita membiarkan diri terus mengeluh dengan keterbatasan yang ada dan merasa tidak mampu. Sikap itu akan membuat kita tidak mau mencoba sesuatu yang baru.

 

Ternyata perasaan enggan dan tidak sanggup bukanlah hal yang baru. Hal itu pernah dialami oleh seorang muda bernama Gideon. Gideon adalah anak dari Yoas. Ia bekerja sebagai pengirik gandum, yaitu orang yang memisahkan bulir gandum dari batangnya. Gideon dipilih Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun demikian, Gideon tidak mau. Ia merasa masih terlalu muda. Ia takut tidak bisa menyelamatkan bangsa Israel. Ia merasa tidak pandai dalam berperang. Berulang kali Gideon menyampaikan ketidaksiapannya kepada Tuhan. Walaupun begitu, berulang kali juga Allah menguatkan Gideon dengan janji setia untuk menyertainya dan tidak akan membiarkannya mengemban tugas itu sendiri. Untuk membuktikannya, Allah mengutus malaikat-Nya kepada Gideon. Akhirnya Gideoan percaya bahwa Allah benar-benar ada.

 

Allah ada dan memampukan Gideon untuk memiliki keberanian mengemban suatu tugas walaupun dia masih muda. Allah juga akan memampukan Sobat Teruna melakukan tugas-tugas yang terasa sulit. Mari belajar dari Gideon, tidak perlu minder menghadapi hal-hal baru dan sulit karena Tuhan menyertai dan memampukan kita. Berdoalah terus kepada-Nya, maka Dia akan membuat Sobat Teruna berhasil.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong mampukan aku untuk memiliki keberanian mengemban tugas yang Engkau percayakan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon