PERLU DIBUKTIKAN

11 Jul 2020

 

Hakim - Hakim 15 : 1 - 8

                              

1 Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: ”Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku.” Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk. 2 Kata ayah perempuan itu: ”Aku telah menyangka, bahwa engkau benci sama sekali kepadanya, sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu. Bukankah adiknya lebih cantik dari padanya? Baiklah kauambil itu bagimu sebagai gantinya.” 3 Lalu kata Simson kepadanya: ”Sekali ini aku tidak bersalah terhadap orang Filistin, apabila aku mendatangkan celaka kepada mereka.” 4 Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor. 5 Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun. 6 Berkatalah orang Filistin: ”Siapakah yang melakukan ini?” Orang menjawab: ”Simson, menantu orang Timna itu, sebab orang itu telah mengambil isteri Simson dan memberikannya kepada kawannya.” Kemudian pergilah orang Filistin ke sana dan membakar perempuan itu beserta ayahnya. 7 Lalu berkatalah Simson kepada mereka: ”Jika kamu berbuat demikian, sesungguhnya aku takkan berhenti sebelum aku membalaskannya kepada kamu.” 8 Dan dengan pukulan yang hebat ia meremukkan tulang-tulang mereka. Lalu pergilah ia dan tinggal dalam gua di bukit batu Etam.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna, sesuatu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, janganlah terburu-buru kita percayai, sebab belum tentu hal itu benar adanya. Sebagai contoh, Dino melihat sahabatnya kehujanan saat pulang sekolah dengan kondisi basah kuyup. Lalu keesokan hari, ketika sahabatnya itu tidak masuk sekolah, maka Dino mengambil kesimpulan bahwa dia sakit karena kehujanan kemarin. Saat ditanyakan kepada sahabatnya, ternyata dia tidak dapat masuk sekolah karena pergi mengunjungi tantenya yang sedang sakit. Contoh tersebut mengajak kita untuk memahami pembacaan hari ini.

 

Simson adalah seorang hakim yang gagah perkasa. Saat ia mengunjungi istrinya, dia mendapati bahwa istrinya telah diberikan ayah mertuanya untuk temannya. Alasan ayah mertua Simson melakukan hal itu, karena dia menyangka bahwa Simson sudah membenci istrinya. Alasan ayah mertuanya Simson itu tidak mendasar dan hanya prasangka atau menduga-duga saja. Sebagai akibat dari tindakannya, Simson marah besar kepada mertuanya dan orang-orang dari kaum istrinya.

 

Renungan hari ini mengingatkan kita, jangan mudah membuat kesimpulan tanpa membuktikan terlebih dahulu kebenarannya. Tindakan yang demikian bisa menimbulkan masalah jikalau apa yang dilihat, didengar dan disimpulkan ternyata salah. Sebagai contoh, saat ini banyak sekali orang menjadi korban berita hoax atau kabar bohong. Berita tersebut tidak dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu, tetapi langsung dipercaya dan diteruskan kepada yang lain. Sebagai akibatnya, timbullah kekacaun di tengah masyarakat. Jadi, marilah kita menjadi teruna yang kritis terhadap segala hal. Kritis berarti setiap hal yang kita lihat, dengar, dan simak perlu dipastikan dahulu kebenarannya. Untuk memastikan kebenaran dari sesuatu yang dijumpai, maka kita harus berdoa meminta hikmat Tuhan. Berhati-hatilah dalam bertindak agar berbuah damai sejahtera.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mohon berikanlah aku hikmat-Mu dalam memahami suatu kondisi dan bijaksana dalam merespons apa yang terjadi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon