HORMATI YANG TUA, HARGAI YANG MUDA

23 Jul 2020

 

1 Petrus 5 : 1 - 5

                              

Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2  Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

 

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Komunikasi generasi muda dengan yang lebih tua seringkali mengalami ketegangan. Yang lebih muda menganggap orang tua tidak update, ketinggalan zaman. Sementara, orang yang lebih tua menganggap generasi muda kurang berpengalaman, minim pengetahuan dan bertindak tanpa pertimbangan. Akibatnya perselisihan terjadi bahkan perpecahan tak terhindari. Oleh sebab itu, Rasul Petrus memberi nasihatnya. Pertama, bagi para tua-tua jemaat, baik mereka yang melayani sebagai para penatua maupun orang-orang yang lebih tua di tengah jemaat, Petrus berpesan agar mereka melayani dengan sukarela, tanpa pamrih. Pelayanan itu dilakukan bukan demi meninggikan diri atau mencari keuntungan pribadi tapi untuk mengabdikan diri bagi kemuliaan Tuhan. Hendaknya mereka tidak hanya menyuruh jemaat melakukan perintah Tuhan namun wajib juga memberi contoh/teladan bagi jemaat. Kelak saat Yesus Kristus, Sang Gembala Agung datang mereka akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu yakni keselamatan dan kebahagiaan abadi. Kedua, kepada orang yang lebih muda, Petrus mengamanatkan hargai dan hormati orang-orang yang lebih tua. Memang orang yang lebih tua bisa saja keliru. Namun demikian, sampaikanlah kritik dan solusi dengan tutur-laku yang hormat dan santun. Ketiga, Rasul Petrus menasihati agar jemaat saling merendahkan diri. Ini maksudnya bukan minder atau tidak percaya diri (rendah diri). Seseorang yang merendahkan diri justru menyadari potensi dirinya namun dia tidak angkuh dan merasa paling hebat lalu meremehkan orang lain (rendah hati).

 

Sobat Teruna, mari kita menghormati orang-orang yang lebih tua. Kelak, ketika berada pada posisi yang lebih tua maka kita pun bisa menghargai yang lebih muda. Ingatlah, Allah mengasihani orang yang rendah hati. 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku untuk menghormati orang yang lebih tua dariku dan menghargai yang lebih muda dariku.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon