ATURAN YANG MELINDUNGI

27 Jul 2020

Oleh :

 

Yosua 20 : 1 - 9

                              

1 Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua, demikian: ”Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa, supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah. Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota tadi, maka haruslah ia tinggal berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberikan tempat kepadanya, dan ia akan diam pada mereka. Apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan diserahkan mereka ke dalam tangannya, sebab ia telah membunuh sesamanya manusia dengan tidak ada niat lebih dahulu, dan dengan tidak menaruh benci kepadanya lebih dahulu. Ia harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Maka barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri.” Lalu orang Israel mengkhususkan sebagai kota perlindungan: Kedesh di Galilea, di pegunungan Naftali dan Sikhem, di pegunungan Efraim, dan Kiryat-Arba, itulah Hebron, di pegunungan Yehuda. Dan di seberang sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho, mereka menentukan Bezer, di padang gurun, di dataran tinggi, dari suku Ruben; dan Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Basan dari suku Manasye. Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan bagi pendatang-pendatang yang ada di tengah-tengah mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan jangan mati dibunuh oleh tangan penuntut tebusan darah, sebelum ia dihadapkan kepada rapat jemaah.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

 

 

Bersembunyi setelah melakukan kesalahan adalah tindakan seorang pengecut, yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun demikian jika hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya aksi “main hakim sendiri” oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan (tanpa ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut), maka tindakan bersembunyi ini dapat dimaklumi. Termasuk jika seseorang sudah melakukan pembunuhan secara tidak sengaja atau tanpa ada rencana sebelumnya, maka orang tersebut dapat bersembunyi ke kota-kota yang sudah ditetapkan dari tiap-tiap suku Israel.

 

Allah bahkan mengatur secara detil langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pembunuh jika dia mau berlindung di kota-kota perlindungan, yaitu:

1. Berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan masalahnya kepada para tua-tua yang akan mengijinkannya tinggal di sana.

2. Tetap tinggal dalam kota perlindungan sampai ada rapat jemaah untuk mengadili kasusnya.

3. Jika imam besar yang ada pada waktu itu mati, maka dia dapat kembali pulang ke kotanya.

 

Aturan itu wajib dipatuhi oleh seluruh rakyat di wilayah suku-suku Israel.

 

Dari bacaan Alkitab ini, Sobat Teruna dapat belajar bahwa Allah memberikan peraturan agar Bangsa Israel terhindar dari aksi bunuh-membunuh yang tidak berujung dan main hakim sendiri. Jika membaca seluruh isi Alkitab, kita akan menemukan peraturan-peraturan lain yang juga diatur oleh Allah untuk melindungi umat-Nya.

 

Sobat Teruna, coba ingat adakah peraturan-peraturan di rumah yang sudah dibuat oleh orangtua? Apakah Sobat Teruna dapat mengerti dan mengalami bahwa peraturan-peraturan itu untuk melindungi kita? Jika masih bingung, kita dapat menanyakan kepada papa-mama apa manfaat peraturan-peraturan tersebut. Mereka pasti dengan senang hati menjelaskan tujuannya agar kita dapat mengerti arti pentingnya.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa, tolong ajar aku mengerti arti pentingnya peraturan-peraturan yang dibuat oleh kedua orangtuaku.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon