MENGASIHI ORANG ASING?


Ulangan 10 : 12 - 19

12 ”Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 13 berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. 14 Sesungguhnya, Tuhan, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; 15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati Tuhan terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. 16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. 17 Sebab Tuhan, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; 18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. 19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, mengapa Allah menyelamatkan kita melalui karya Yesus Kristus? Apakah karena kita orang baik yang berjasa kepada-Nya? TIDAK! Kita diselamatkan ketika masih berdosa. Itu terjadi hanya karena Allah mengasihi kita sebagaimana hakikat-Nya yang adalah kasih (1 Yoh. 4:8). Demikian juga dengan kisah pembebasan Bangsa Israel dari Mesir. Dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan selama 40 tahun, Bangsa Israel berulangkali memberontak dan berdosa kepada Allah. Walaupun Allah menghukum Bangsa Isarel, tetapi berulangkali juga Dia mengampuni dan tetap memberkati mereka hingga memasuki dan mendiami Tanah Perjanjian, Kanaan.



Jadi sudah selayaknya Israel didorong melalui pidato Musa yang mengingatkan mereka untuk jangan bersikap arogan, tetapi mengasihi siapa pun bahkan orang asing. Bangsa Israel diingatkan bahwa mereka pun pernah mempunyai menjadi orang asing di Mesir yang diperbudak, ditindas dan mengalami penderitaan luar biasa. Mereka pernah berada dalam situasi yang tidak menentu oleh kejamnya penguasa kerajaan dan penduduk Mesir. Allah mengasihi Israel ketika mereka masih orang asing dan bukan siapa-siapa. Hal itu menjadi dasar yang kuat bagi Bangsa Israel dalam mengasihi orang lain yang ditunjukkan dengan tindakan nyata, rendah hati, ramah dan murah hati.



Begitu juga dengan diri kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita sudah mengalami kasih Allah yang luar biasa. Dalam Kristus, kita yang jauh dari keselamatan telah ditebus. Itu terjadi bukan karena kita baik atau pun berjasa. Semua terjadi karena Allah mengasihi kita. Jadi, mari lakukan kebaikan dengan mengasihi sesama sebagai wujud syukur atas kasih Allah kepada kita. Perbuatlah itu dengan kerendahan hati sebagaimana teladan Tuhan Yesus Kristus yang telah lebih dahulu melakukannya bagi kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku untuk dapat mengasihi orang lain dengan tulus dan murah hati dalam bimbingan Roh Kudus sebagai wujud syukur kepada-Mu.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon