DOAKU = NAFASKU


Yohanes 17 : 1 - 11

1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: ”Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. 2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. 3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. 5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. 6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. 7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. 8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu 10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. 11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Doa adalah titik perjumpaan penting antara kita dengan Tuhan. Melalui doa kita berkomunikasi dan membangun kedekatan diri dengan Tuhan, Sang Pencipta. Dalam doa kita bisa merasakan kehadiran Tuhan, serta dimampukan menerima kehendak-Nya. Orang yang tidak pernah berdoa, tidak akan dapat memahami kehadiran dan kehendak Allah dalam hidupnya. Sekalipun ia menjalani kehidupannya, tetapi mengalami kehampaan dalam batinnya.



Tuhan Yesus telah menjadi teladan sempurna bagi kita. Di tengah kesibukan dan tantangan pelayanan-Nya, Ia tetap memberi diri berkomunikasi dengan Allah Bapa dalam doa-Nya. IA bersyukur di hadapan Bapa yang telah memampukan-Nya mengerjakan segala tugas dan tanggung jawab-Nya. Tuhan Yesus pun tidak semata-mata berdoa bagi diri-Nya saja, tetapi juga untuk murid-murid-Nya, supaya semuanya menjadi satu di dalam Bapa. Dalam doa-Nya, Tuhan Yesus menyatukan semua orang percaya di dalam diri-Nya dan Allah Bapa. Tuhan Yesus mengajarkan, bahwa berdoa sangat penting demi memelihara kesatuan hubungan kita dengan Alah Bapa.



Sobat Teruna, doa menjadi kekuatan bagi orang percaya dalam menjalani hidup berimannya. Sekalipun di masa kini, teknologi komunikasi telah demikian canggih, tetapi kita tidak boleh lupa berkomunikasi dalam doa dengan Tuhan. Sebab Dia-lah yang telah menganugerahkan kehidupan dan berkat-berkat-Nya atas kita. Ingatlah, bahwa tantangan, pergumulan, kesulitan, masalah, dapat dihadapi karena kita mengalami dan merasakan tuntunan Allah dalam doa-doa yang dipanjatkan. Keberhasilan, kesuksesan, kelimpahan dan segala hal baik yang kita alami juga merupakan bukti kehadiran Allah yang menyertai. Segala karya nyata kita pun semestinya merupakan perwujudan dari pengalaman doa sehari-hari, sebagaimana semboyan ora et labora (berdoa dan berusaha). Jadi benarlah bahwa doa itu adalah nafas hidup orang percaya.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong ajar aku dapat mengatur waktu dengan bijak, khususnya untuk berdoa kepada Bapa di sorga sebagaimana yang Engkau teladankan.