KEMERDEKAAN VS PERBUDAKAN


Keluaran 21 : 1 - 6

1 ”Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka. 2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluar pun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. 4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih di kandung badan

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita[1]


H. M. Husein Mutahar atau lebih biasa disebut H. Mutahar adalah pencipta lagu Hari Merdeka. Ia adalah salah satu ajudan Presiden Soekarno berpangkat Mayor yang menerima amanah untuk menjaga keselamatan bendera pusaka. “Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu. Dengan ini aku memberikan tugas kepadamu pribadi. Dalam keadaan apa pun juga, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bendera kita dengan nyawamu. Ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh…”[2]


Para pejuang mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan seluruh Warga Negara Indonesia. Tujuannya agar setiap orang tidak lagi hidup dalam perbudakan yaitu hidup di bawah kekuasaan sesama manusia yang berperan sebagai TUAN. Hidup mati dan masa depan seorang budak ditentukan oleh tuannya. Karena itu, kemerdekaan merupakan anugerah Tuhan yang harus diperjuangkan dengan sepenuh hati.


Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini mau mengajak untuk menghargai kemerdekaan yang kita miliki. Bersyukurlah dengan setiap keterampilan, kemampuan dan karya yang Tuhan ijinkan untuk kita miliki. Berpikirlah positif dan berkaryalah dengan maksimal. Tujuannya agar Sobat Teruna dapat menggali, menemukan dan mengembangkan bakat maupun potensi yang tersembunyi di dalam diri sendiri. Dengan demikian di masa depan, Sobat Teruna dapat menikmati hidup sebagai pribadi yang merdeka dan bebas dari berbagai macam bentuk perbudakan yang berasal dari kemiskinan maupun kebodohan. Berjuanglah dengan sepenuh hati!


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mohon berikanlah kepadaku kemauan yang kuat untuk menggali potensi diri yang telah Tuhan percayakan.

[1] https://elshinta.com/news/175539/2019/06/09/berpulangnya-pencipta-hari-merdeka

[2] https://dzumanjipunya.wordpress.com/2012/08/10/lagu-17-agustus-1945/