BERTANGGUNGJAWAB DAN BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK


Keluaran 21 : 18 - 19

18Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur, 19 maka orang yang memukul itu bebas dari hukuman, jika yang lain itu dapat bangkit lagi dan dapat berjalan di luar dengan memakai tongkat; hanya ia harus membayar kerugian orang yang lain itu, karena terpaksa menganggur, dan menanggung pengobatannya sampai sembuh.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Istilah prank atau gurauan yang diminati masyarakat saat ini cukup memberikan hiburan. Namun, tidak jarang juga menjadi bencana bagi diri sendiri dan orang lain. Baru-baru ini nge-prank yang viral adalah memberikan kotak sembako berisi sampah atau menarik bangku teman yang mau duduk, sehingga terjatuh dan terduduk dengan keras di lantai.

Sobat Teruna, kedua contoh di atas mungkin tampak lucu dan menghibur, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Hal itu dapat menimbulkan celaka bagi orang lain dan diri sendiri. Benar adanya, setiap orang memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun. Namun demikian, sebelum melakukan sesuatu sebaiknya harus berpikir terlebih dulu tentang resiko dan tanggungjawab yang akan diterima hari ini dan di masa depan baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun sekelompok anggota masyarakat.

Pada masa kini, berpikir dan bertanggungjawab menjadi dua hal yang digaungkan lagi. Kebanyakan pribadi zaman now bertindak secara spontan dan membeo. Selama suatu perbuatan menjadi viral, maka rame-rame diikuti dan dipraktekkan tanpa memikirkan dampaknya. Bahkan yang lebih memprihatinkan, tidak sedikit dari yang berbuat kekeliruan tersebut bersikap tidak mau bertanggungjawab. Air mata, muka sendu, janji palsu, mengaku khilaf menjadi senjata ampuh untuk lari dari tanggungjawab. Memang penyesalan selalu datang setelah semuanya terjadi.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar memiliki sikap bertanggungjawab, apa pun posisinya di dalam masyarakat. Siapa yang melakukan kesalahan harus menanggung akibat perbuatannya. Ia wajib bertanggungjawab penuh atas kehidupan dan masa depan orang lain yang mengalami celaka akibat perbuatannya. Karena itu, sebagai teruna mulailah belajar bertanggungjawab atas diri sendiri dan orang lain. Berpikirlah dengan matang sebelum melakukan perbuatan apa pun


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar mampu berpikir dan bertanggungjawab sebelum melakukan apa pun juga.