BERSIKAPLAH ADIL


Keluaran 21 : 22 - 25

22 Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. 23 Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Rindu adalah seorang anak dari keluarga sederhana. Hatinya sangat mudah tersentuh belas kasihan. Ia suka membagi makanannya dengan temannya yang berkekurangan, namun berulang kali juga dia dikecewakan. Walau demikian, kondisi tersebut tidak membuat Rindu kecewa, karena keluarganya selalu mendapatkan berbagai macam donasi dari orang-orang yang tidak dikenal.


Sobat Teruna, keharmonisan dan kerukunan hidup dalam keluarga, masyarakat, persekutuan serta sekolah tergantung pada diri kita. Ketika seseorang hadir dengan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak semau-maunya, itu berarti dia menaburkan kebaikan yang akan berakibat positif pada diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, ketika seseorang hadir dengan perilaku yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, brutal, anarkis, penuh amarah dan keegoisan, maka sebenarnya dia sedang meneruskan sikap yang sama pada orang lain. Suatu hari ia pun akan mendapatkan perlakuan yang sama.


Ayat 22-25 dari bacaan kita hari ini tidak berbicara tentang balas dendam, tetapi keadilan. Keadilan yang akan berlangsung secara alamiah sesuai dengan prinsip tabur tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang akan dituai. Tuaian itu tidak serta merta diperoleh dari orang yang menerima apa yang kita tabur. Tuaian itu dapat kita peroleh dari mana saja.


Sobat teruna, mari berhenti memandang remeh akan firman Tuhan yang berbicara tentang tabur tuai. Setiap perbuatan buruk yang kita lakukan pada masa kini kepada orang-orang di sekeliling, suatu hari nanti akan berbalik kepada diri sendiri juga. Jangan biarkan hal yang buruk terjadi dalam hidup pribadi maupun keluarga karena kita tidak mau menjaga perilaku hidup. Belajarlah untuk mencintai kebaikan dan keadilan, maka kita dan keluarga akan menerima hal yang sama dari mana pun.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk dapat mengendalikan diri agar dapat menabur kebaikan dan menuai kebaikan juga.