KONSEKUENSI DAN TANGGUNGJAWAB ATAS HEWAN PELIHARAAN


Keluaran 21 : 28 - 32

28 Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman. 29 Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknya pun harus dihukum mati. 30 Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya. 31 Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga. 32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Hewan peliharaan manusia pada saat ini beraneka ragam. Mulai dari jinak sampai yang galak. Mulai hewan liar sampai yang dilindungi pemerintah. Keberlangsungan hidup mereka sangat tergantung pada pribadi yang memeliharanya. Karena itu, ketika seseorang memutuskan untuk memiliki hewan peliharaan, dia juga harus siap dengan semua tanggungjawab yang menyertainya. Misalnya biaya yang tidak sedikit untuk makanannya, perawatan dan pemeliharaan kesehatannya, serta yang terutama keamanannya. Pemiliknya harus benar-benar menjaga agar hewan peliharaannya tidak lepas atau menimbulkan celaka kepada orang lain.



Mengapa sebegitu besarnya tanggungjawab yang harus diterima oleh setiap orang yang mengambil keputusan untuk memiliki hewan peliharaan? Karena Tuhan memberikan kuasa kepada manusia untuk memeliharanya (Kej. 1:28; 2:19-20). Karena itu, ketika hewan peliharaan kita melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun hewan yang lainnya, maka yang akan menerima sanksinya adalah hewan tersebut bersama-sama dengan tuannya.



Sobat Teruna mungkin masih ingat akan kisah salah seorang artis yang beberapa waktu lalu viral, karena hewan peliharannya mencelakai orang lain dan berujung kepada kematian. Hewan peliharaannya itu pun ditangkap dan dititipkan di unit Satwa K-9 Polda Metro Jaya Cibubur[1]. Bagaimana dengan sang artis? Apakah bebas dari tanggungjawabnya? Tentu tidak, sang artis pun bertanggungjawab penuh atas korban dan keluarganya. Inilah contoh pemilik hewan peliharaan yang bertanggungjawab atas pilihannya.



Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini mengingatkan, jika ingin memiliki hewan peliharaan, pertimbangkanlah dengan matang akan konsekuensi dan tanggungjawab besar yang akan diterima. Tidak gampang memelihara hewan, karena di dalamnya terkandung tanggungjawab terhadap binatang tersebut, orang lain dan kepada Tuhan yang memercayakan mereka ke dalam tangan kita.




[1] https://metro.tempo.co/read/1247798/anjing-tewaskan-prt-sparta-ditahan-anubis-pulang-tapi/full&view=ok




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mampukanlah aku bertanggungjawab atas pilihan yang dibuat, khususnya ketika memutuskan untuk memiliki hewan peliharaan.