MENJAGA KEPERCAYAAN


Keluaran 22 : 10 - 15

10 Apabila seseorang menitipkan kepada temannya seekor keledai atau lembu atau seekor domba atau binatang apa pun dan binatang itu mati, atau patah kakinya atau dihalau orang dengan kekerasan, dengan tidak ada orang yang melihatnya, 11 maka sumpah di hadapan Tuhan harus menentukan di antara kedua orang itu, apakah ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya, dan pemilik harus menerima sumpah itu, dan yang lain itu tidak usah membayar ganti kerugian. 12 Tetapi jika binatang itu benar-benar dicuri orang dari padanya, maka ia harus membayar ganti kerugian kepada pemilik. 13 Jika binatang itu benar-benar diterkam oleh binatang buas, maka ia harus membawanya sebagai bukti. Tidak usah ia membayar ganti binatang yang diterkam itu. 14 Apabila seseorang meminjam seekor binatang dari temannya, dan binatang itu patah kakinya atau mati, ketika pemiliknya tidak ada di situ, maka ia harus membayar ganti kerugian sepenuhnya. 15 Tetapi jika pemiliknya ada di situ, maka tidak usahlah ia membayar ganti kerugian. Jika binatang itu disewa, maka kerugian itu telah termasuk dalam sewa.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Rina, aku mau ke toilet dulu ya. Nitip bukuku ya. Tolong dijagain ya Rin” kata Rana kepada sahabatnya. “Oke” jawab Rina. Beberapa waktu kemudian, Rana kembali. Betapa kaget dan merahnya muka Rana karena menahan marah ketika melihat buku yang dititipkannya ketumpahan minuman. Dengan santainya Rina berkata, “Ya ampun Rana, tadi angin tiba-tiba bertiup kencang. Lalu gelas minumanmu terjatuh ke atas bukumu. Lagipula kan yang basah hanya sedikit aja. Kamu jangan marah ya.


Sobat Teruna, jika seseorang menitipkan sesuatu, maka itu artinya dia percaya bahwa kita akan menjaga dan merawat miliknya seperti kepunyaan sendiri. Kita pun tentu tidak akan membiarkan barang milik sendiri, mahal atau murah harganya, menjadi rusak atau pun tercecer begitu saja. Kita pasti menjaganya dengan sebaik-baiknya. Inilah yang disebut sebagai kepercayaan. Harganya sangat mahal dan tidak dapat dinilai dengan apa pun juga. Sekali saja kepercayaan itu tidak dapat dijaga, maka selamanya kita tak akan dipercaya.


Ada banyak alasan untuk tidak menjaga kepercayaan yang diberikan pada kita. Diantaranya menyepelekan atau meremehkan, tidak mau tau atau cuek, merasa terpaksa, lupa dll. Firman Tuhan hari ini mengingatkan agar kita berhati-hati ketika menerima kepercayaan dari orang lain. Sebab apabila kita tidak dapat menjaga keutuhan benda yang dititipkan dan dipercayakan, maka ada konsekuensi hukum yang akan diterima. Mari pertimbangkanlah dengan matang ketika kita akan menerima kepercayaan dari siapa pun juga. Pastikan diri kita benar-benar sanggup untuk menjaganya. Apabila terpaksa atau tidak mampu menjaganya, lebih baik berkata, “tidak” daripada kita memaksakan diri. Kemudian pada akhirnya kita harus menanggung konsekuensi dan tanggungjawab di luar kesanggupan.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tolong ajarilah aku bijak ya Tuhan dalam mengambil keputusan untuk menerima atau tidak ketika diberi kepercayaan oleh orang lain.