PUJIAN DARI TUHAN


Kidung Agung 6 : 4 - 10

4 Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, juita seperti Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya. 5 Palingkanlah matamu dari padaku, sebab aku menjadi bingung karenanya. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead. 6 Gigimu bagaikan kawanan domba, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. 7 Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. 8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. 9 Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya. 10 ”Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Pendapatmu brilian dan dapat menjadi solusi yang tepat dari masalah yang kita hadapi." Demikianlah pujian yang diungkapkan oleh seorang ketua kelas kepada temannya dalam suatu pertemuan yang membahas tentang rencana konser amal. Pujian tersebut sepertinya sederhana, namun itu merupakan apresiasi yang memberikan energi positif bagi orang yang menerimanya. Apalagi jika pujian itu sungguh-sungguh berdasarkan realita, bukan ‘dibuat-buat', dari hati dan tidak mempunyai maksud apa-apa.


Demikianlah Salomo dalam bacaan Alkitab hari ini. Ia sangat memuji kecantikan gadis Sulam yang digambarkan seperti kota Tirza (yang berarti ‘cantik’) dan yang membangkitkan kekaguman seperti saat menyaksikan bala tentara yang berbaris ke medan perang (ay.4). Kekaguman ini tidak pernah hilang sejak awalnya sampai akhir. Bagi Salomo, perempuan Sulam itu merupakan satu-satunya gadis yang dia idam-idamkan (6:9). Ini menjadi sebuah gambaran ketika seorang gadis merasa senang dan tersanjung dipuji oleh pujaan hatinya.


Sobat Teruna, bagaimana rasanya ketika Allah yang memuji dan menghargai segala perbuatan dan perilaku kita yang berkenan kepada-Nya? Tentu kita lebih tersanjung lagi dan sangat berbahagia. Teruna terkasih, memang dalam kehidupan sehari-hari setiap orang ingin dihargai oleh sesamanya. Sikap menghargai bisa diartikan menghormati keberadaan dan kelebihan seseorang. Walaupun demikian, yang jauh lebih penting adalah pujian dan penghargaan dari Tuhan. Pujian itu diberikan karena kita melaksanakan perintah-Nya. Hal itu sebagaimana yang dinyatakan dalam Mat 24:21, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia…”. Ini menggambarkan pujian dari Tuhan kalau kita betul-betul hidup untuk Dia. Sobat Teruna, mari kita hidup untuk menyenangkan hati Tuhan. Jangan kita hidup untuk mendapat pujian dari manusia semata.




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Allah yang baik, kiranya seluruh hidupku, aku persembahkan untuk setia beribadah dan melakukan kehendak-Mu.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon