JADI PENGACAU ATAU PENDAMAI?


Amsal 6 : 12-15

12 Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong, 13 yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, 14 yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. 15 Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini diawali dengan sebuah pernyataan bahwa siapa yang mulutnya serong atau suka ngibul juga “bermain mata” untuk melakukan kejahatan dianggap sebagai orang jahat dan tidak berguna. Penulis amsal juga mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang senang melakukan berbagai macam rancangan yang mengarah ke perbuatan jahat yang menimbulkan pertengkaran. Istilah modernnya menjadi provokator atau tukang buat onar. Pernahkah Sobat Teruna bertemu dengan orang seperti ini? Jika pernah, apa yang akan kita lakukan? Atau jangan-jangan kita sendiri pernah menjadi provokator?



Nasihat yang disampaikan oleh orang tua kepada anak muda dalam amsal hari ini seperti mengingatkan kita juga sebagai generasi penerus untuk tidak perlu meniru melakukan apa yang jahat. Mengapa? Karena memang tidak ada gunanya bahkan memberikan keresahan dalam kehidupan bersama termasuk di lingkungan pergaulan kita. Penulis amsal juga menyatakan kepada kita jika orang-orang yang suka membuat kekacauan atau provokator itu akan mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka.



Sobat Teruna, mari menjadi orang muda yang bijaksana dengan tidak mengikuti apalagi memberikan contoh buruk sebagai pengacau atau provokator kepada orang-orang di sekeliling. Adalah hal yang tidak menyenangkan, jika Sobat Teruna hidup sebagai pembawa kekacauan, karena orang akan resah dengan kehadiran kita. Jangan bangga ketika kita hadir sebagai pengacau dalam pergaulan maupun melalui media sosial. Ingatlah peribahasa jadul, “mulutmu adalah harimau-mu!” Ingatlah juga peribahasa zaman now atau era medsos “jarimu adalah harimau-mu!” Artinya, ada akibat yang akan kita hadapi dari perbuatan jahat tersebut. Sebaliknya, berbahagialah ketika kita bisa membawa kedamaian dan sukacita dalam pergaulan dengan sesama meski masih muda.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, meskipun aku masih muda, mampukan aku untuk bisa menghadirkan sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupanku setiap hari khususnya dalam pergaulanku. Biarlah kehadiranku sebagai generasi muda menjadi berkat bagi setiap orang yang aku jumpai.