PENGERTIAN VS KEBEBALAN


Amsal 17 : 1-3

8 Hadiah suapan adalah seperti mestika di mata yang memberinya, ke mana juga ia memalingkan muka, ia beruntung. 9 Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib. 10 Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal. 11 Orang durhaka hanya mencari kejahatan, tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam. 12 Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya. 13 Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, firman Tuhan pada hari ini menyampaikan kepada kita bahwa hardikan akan menjadi sesuatu yang percuma jika disampaikan kepada orang bebal. Mengapa? Karena orang bebal sudah menutup pikiran dan hatinya untuk mendengarkan setiap nasihat yang datang kepadanya. Hal ini berbeda dengan orang berpengertian, menurut penulis Amsal. Orang yang berpengertian selalu membuka hati dan pikirannya untuk menerima setiap nasihat yang datang kepadanya (ayat 10). Pertanyaannya sekarang, kira-kira kita ini orang yang bebal atau yang berpengertian?



Kemudian, pada ayat 8 meski memberikan kesan memperbolehkan suap, tetapi bagian ini merupakan sindiran dan larangan untuk tidak melakukannya, jika pengertian itu ada pada kita. Dalam ayat 9 disampaikan bahwa pengertian yang bekerja dalam diri seseorang yang memiliki kasih, membuat pribadi tersebut tidak akan menggembar-gemborkan kesalahan orang lain. Ayat 11 menerangkan kepada kita bahwa orang durhaka hanya mencari kejahatan. Sedangkan pada ayat 12 digambarkan bahwa orang bebal itu lebih berbahaya jika dibandingkan dengan beruang betina yang sedang marah karena kehilangan anaknya. Lalu pada ayat terakhir yang kita baca digambarkan, bahwa seseorang yang membalas kebaikan dengan kejahatan merupakan orang yang tidak tahu berterima kasih (ayat 13).



Jadi, firman Tuhan hari ini mengarahkan agar kita tidak melakukan suap (menyogok), tidak menggembar-gemborkan kesalahan orang lain, tidak terus mencari kejahatan, tidak menjadi orang bebal, tidak membalas kebaikan dengan kejahatan. Semuanya hanya bisa terwujud jika ada kemauan untuk lebih menggunakan pengertian yang baik dibandingkan kebebalan yang ada dalam diri kita. Ayo, kalahkan kebebalan dalam diri kita. Lalu utamakan pengertian baik dalam hidup supaya menjadi berkat bagi orang-orang yang kita jumpai.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk selalu menggunakan pengertian yang baik yang ada dalam diriku sehingga bisa berbuat dan kehadiranku menjadi berkat.