TUHAN MENYINARI KEGELAPANKU


Mazmur 18 : 21 - 30

21 Tuhan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, 22 sebab aku tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku. 23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan ketetapan-Nya tidaklah kujauhkan dari padaku; 24 aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya, dan menjaga diri terhadap kesalahan. 25 Karena itu Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. 26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, 27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 28 Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. 29 Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; Tuhan, Allahku, menyinari kegelapanku. 30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Di dalam dunia ada dua jalan,

lebar dan sempit.

Mana kau pilih?

Yang lebar api jiwamu mati,

tapi yang sempit Tuhan berkati.



Sobat Teruna, bagaimana rasanya jika kita baru saja terlepas dari musuh jahat yang merongrong? Pasti akan bergirang dan bersyukur serta memuji Tuhan yang telah menolong kita. Nah inilah yang dirasakan oleh Daud. Ia memuji Tuhan karena telah melepaskannya dari Raja Saul yang selalu mengejar dan menginginkan kematiannya. Daud juga memperoleh keberanian saat menghadapi musuh-musuh-Nya karena dia bersandar pada Tuhan yang kuat dan hebat (ay.29;30). Kalau Tuhan dapat melepaskan Daud dari kejaran dan ancaman Raja Saul, Dia juga pasti sanggup menolong kita dengan cara-Nya yang ajaib, seperti kisah berikut ini.



Suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit dan meminta obat malaria untuk ibunya. Anak ini berjalan dua jam lebih dari desanya. Saat nama ibunya dipanggil, ia langsung meraih obat itu dan bergegas pulang. Setelah itu seorang perawat tampak bingung melihat botol obat malaria ada di atas meja. Di sampingnya ada satu botol desinfektan yang hilang. Dokter pun menjadi khawatir, karena anak tadi telah membawa botol yang salah. Seketika mereka berdoa supaya Tuhan menolong anak itu dan ibunya. Keesokan paginya anak tersebut datang dan berkata, “Maaf dokter, kemarin saya bawa obatnya sambil berlari. Lalu saya jatuh dan botolnya pecah.” Dokter tersenyum lega, kemudian mengobati luka si anak karena jatuh kemarin, sebelum dia pulang membawa obat malaria untuk ibunya.



Sobat Teruna, saat kita tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi suatu persoalan yang pelik, Tuhan Maha mengerti apa yang harus dilakukan. Ia bekerja melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan. Jadi jangan berhenti berharap kepada-Nya, sebab kuasa-Nya berkarya melampaui segala akal pikiran manusia.




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, di tengah kelemahan dan keterbatasan sebagai manusia, aku percaya ada kekuatan kuasa dan kasih-Mu yang ajaib, serta dapat diandalkan sehingga harapan itu tetap ada.