TEN THOUSAND REASONS


Mazmur 40 : 1 - 9

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. 2 Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. 3 Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, 4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan. 5 Berbahagialah orang,yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! 6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. 7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku ;korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. 8 Lalu aku berkata: ”Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; 9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, ada sebuah lagu yang dibawakan oleh Matt Redman yang berjudul 10.000 Reasons. Judul lagu ini adalah sebuah simbol dari kasih Tuhan dalam hidup manusia yang tidak dapat dihitung. Redman menegaskan bahwa ada banyak alasan yang ditandai dengan angka 10.000 untuk memuliakan Tuhan karena kebaikan-Nya. Namun demikian, ada hal yang menarik untuk kita perhatikan ketika lagu ini dilantunkan oleh Andrew Chan dan kawan-kawannya pada saat mereka hendak dihukum mati di pulau Nusa Kambangan. Syair lagu ini membuat mereka yang telah bertobat mampu untuk tetap berdiri di tiang kematian itu. Bahkan Andrew masih sempat menyemangati teman-temannya, “Come on boys, we can sing louder than this…”



Sobat Teruna, memang setiap orang mempunyai masa lalu, baik atau pun buruk. Namun demikian, satu hal yang pasti, bahwa Tuhan kita adalah pribadi yang Pengasih dan Pengampun. Dia mau menerima dan memulihkan kita. Bahkan Tuhan memiliki cara-Nya sendiri untuk menyatakan rencana-rencana-Nya dalam hidup kita. Demikian juga terhadap Raja Daud. Raja Daud bukan orang yang sempurna. Raja Daud pernah jatuh dalam pelanggaran (ay.3,13), namun mau berbalik, menyesali dosa-dosanya dan kembali hidup berkenan di hadapan Tuhan (ay.2; 9). Ia terus memuji-muji nama Tuhan (ay.4) karena tak dapat membalas kebaikan-Nya yang terlalu besar jumlahnya untuk dihitung dalam hidupnya (ay.6), seperti lirik lagu 10.000 Reasons.



Sobat Teruna, Andrew Chan dan kawan-kawannya sampai akhir hidup mereka ingin memuji-muji nama Tuhan, seperti Daud. Bagaimana dengan kita? Masihkah kita memuji nama Tuhan dalam segala keadaan hidup ini? Itu harus ya, karena ada begitu banyak alasan bagi kita untuk bersyukur atas kebaikan Tuhan Yesus.




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus tidak terhitung kebaikan yang Engkau lakukan dalam hidupku, tolong ajar aku setia memuji-Mu, menyembah-Mu dan bersyukur kepada-Mu sampai selamanya.