TUHAN YANG MENENTUKAN


1 Samuel 17: 40-47

40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: ”Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: ”Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: ”Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Di sebuah hutan terjadi peristiwa seru. Harimau mengejar kelinci untuk ditangkap dan dimakan. Harimau dengan begitu yakin dapat menangkap kelinci dengan kecepatannya berlari dan cakarnya yang ganas. Kelinci berlari dan terus berdoa meminta pertolongan Tuhan agar selamat dari kejaran harimau. Ia kemudian mendapat ide berbelok masuk ke dalam semak-semak dan bersembunyi di sebuah lubang. Harimau ikut menerjang semak-semak itu tetapi dia tidak melihat di sana ada sebuah batang pohon. Dadanya tertusuk, lalu mati karena kehabisan darah. Kelinci bersyukur karena selamat dari bahaya. Semua karena Tuhan yang menentukan siapa yang akhirnya menang dalam sebuah perjuangan.



Demikian juga pertarungan Daud dan Goliat. Goliat yang bertubuh besar dan membawa pedang, tombak, lembing serta perisai; sangat yakin akan dapat mengalahkan Daud, karena Goliat memandang Daud masih muda dan senjatanya hanya sebuah tongkat, beberapa batu serta umban (tali untuk melontarkan batu). Goliat menghina dan mengutuki Daud. Meskipun demikian, Daud tidak gentar. Ia menghadapi Goliat bukan dengan kekuatan atau pun keahliannya. Ia melawan Goliat dengan memakai nama TUHAN semesta alam. Daud percaya bahwa Tuhan berkuasa menentukan siapa yang menang dalam pertempuran, bukan manusia. Daud yakin, Tuhan akan membuat Goliat kalah meskipun dia memiliki peralatan perang yang lengkap. Hal itu karena Goliat tidak percaya kepada kuasa TUHAN. Sedangkan Daud selalu berdoa dan mengandalkan Tuhan.



Sobat Teruna, mari kita belajar beberapa hal dari cerita di atas:

1. kepandaian maupun kekuatan diri sendiri tidak menjamin keberhasilan;

2. jangan menyombongkan diri dan menekan sesama;

3. selalu percaya dan andalkan Tuhan, sebab Dia yang menentukan hasil akhir sebuah usaha.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku menjadi teruna yang rendah hati dan mengandalkan kuasa-Mu dalam hidupku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon