MILIKI MOTIVASI YANG BENAR


Kisah Para Rasul 20 : 22 - 24

22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Apakah jawaban Sobat Teruna jikalau ditanya tentang tujuan atau motivasi dalam belajar? Ada yang mengatakan supaya mendapat nilai bagus, menjadi juara kelas, berhasil meraih cita-cita, dll. Bagi kita yang memiliki motivasi sebatas mendapat nilai bagus, segeralah mengubah pola pikir yang demikian. Cara berpikir seperti itu tidak benar. Belajar itu bukan masalah nilai. Percuma kita memperoleh nilai tinggi kalau dari hasil menyontek atau hanya ingat pada hari itu saja. Belajar yang benar adalah ketika kita sungguh-sungguh memahami segala sesuatu yang dipelajari. Lalu kita dapat menuangkannya secara lisan dan tulisan serta mendapatkan nilai yang bagus. Cara belajar seperti ini akan membuat kita mampu mengingat banyak hal, bahkan sampai usia lanjut sekalipun.


Paulus mendasari pelayanannya bukan dengan motivasi akan membuat semua orang menjadi murid atau pengikut Kristus, karena hal itu adalah bagian Allah. Baginya yang penting adalah memberitakan Injil tanpa menguatirkan apa pun juga, termasuk keselamatan dirinya sendiri. Baginya tidaklah penting dia akan diterima, disukai atau dibenci, disiksa, bahkan dipenjara. Dia siap dengan semua tantangan dan akibat dari setiap pelayanan yang dilakukannya karena yang terutama baginya adalah Injil kebenaran Allah tersebar ke segala penjuru dunia.


Ketika Sobat Teruna termotivasi mau memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya untuk bekal di masa depan; maka dengan sendirinya tidak ada lagi pemikiran tentang nilai dan persaingan yang tidak sehat, ingin mendapat pengakuan dari semua orang bahwa kita pintar atau pun hebat. Karena pikiran dan hati kita akan selalu terpacu untuk mempelajari banyak hal yang belum diketahui. Hasilnya, belajar di rumah atau di sekolah tidak lagi menjadi beban, melainkan sebuah kesenangan.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong ajarilah aku memanfaatkan kesempatan belajar untuk menimba ilmu sebanyak mungkin agar memiliki bekal masa depan yang memadai.