WHITE HOUSE


Hosea 8: 1 - 6

1 Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah Tuhan! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Kudan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku. 2 Kepada-Ku mereka berseru-seru: ”Ya Allahku, kami, Israel mengenal Engkau!” 3 Israel telah menolak yang baik – biarlah musuh mengejar dia! 4 Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membua tberhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan. 5 Aku menolak anak lembumu, hai Samaria ;murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan, 6 orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna tentu pernah mendengar nama White House atau Gedung Putih. White House adalah bangunan putih bergaya Neoklasik yang terletak di 1600 Pennsylvania Avenue Washington DC. White House didesain oleh James Hoban dan dibangun pada tahun 1792 sampai tahun 1800. Sebelumnya, bangunan ini dikenal dengan nama Executive Mansion karena merupakan tempat tinggal resmi Presiden Amerika, sekaligus pusat pemerintahan Amerika. Nama White House secara resmi diperkenalkan oleh Presiden Theodore Roosevelt pada tanggal 12 Oktober 1901 dan hari ini tepat 119 tahun. Ada satu fakta menarik terkait dengan White House. Gedung berlantai 6 ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap mulai dari 132 kamar tidur, 28 ruang perapian, 35 kamar mandi mewah, kolam renang, ruang musik, ruang olah raga, bioskop pribadi, mall di lantai basement dan fasilitas mewah lainnya. Semua fasilitas mewah ini disiapkan secara khusus untuk memberikan kenyamanan kepada sang Presiden.



Sobat Teruna, sama seperti White House yang dirancang untuk menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi Presiden Amerika, demikian juga kehidupan kita harus dirancang menjadi “tempat tinggal yang nyaman bagi TUHAN.” Hati kita seharusnya menjadi White House (baca: White Heart) agar TUHAN berkenan tinggal di dalamnya. Dengan demikian, Tuhan selalu memberkati kehidupan kita. Janganlah kita mengulangi kegagalan umat Israel, yaitu mereka memberi hidup dan hati mereka sebagai “tempat tinggal yang nyaman” bagi berhala juga hal-hal yang jahat. Itu menjadi penyebab utama dari keruntuhan Israel. Belajar dari nubuatan Nabi Hosea, mari kita jadikan hati ini sebagai “RUMAH YANG NYAMAN BAGI TUHAN.” Niscaya berkat TUHAN akan tinggal di dalam kehidupan kita.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku bersyukur ya TUHAN, karena Engkau berkenan tinggal di dalam hatiku. Mohon kuduskanlah hatiku ya Tuhan, agar menjadi tempat yang layak dan Rumah Yang Nyaman bagi-Mu.