ALLAH ADALAH KASIH


Hosea 11: 1 - 4

1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. 2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. 3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. 4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih.Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Seorang petani menaruh petunjuk arah angin yang bertuliskan “Allah adalah Kasih” di atas pintu lumbungnya. Ketika teman-temannya menanyakan alasannya membuat tulisan itu, ia menjawab, "Ini untuk mengingatkan saya bahwa ke mana pun angin bertiup, Allah adalah Kasih." Pada saat "angin selatan" yang hangat dengan desaunya yang menyejukkan dan lembut membawa hujan berkat, “Allah adalah Kasih.” Pada saat "angin utara" pencobaan yang dingin menerpa “Allah adalah Kasih.” Pada saat "angin barat" bertiup keras dan menerpa dengan dahsyat, “Allah adalah Kasih.” Pada saat "angin timur" mengancam, “Allah adalah Kasih.”



Jawaban petani di atas menegaskan keyakinannya bahwa dalam segala keadaan Allah akan tetap menunjukkan kasih-Nya. Tidak ada kekuatan yang dapat menahan dan menghalangi kasih Allah. Kasih Allah mengalahkan segala keadaan. Keyakinan ini juga tampak dalam nubuatan Hosea. Hosea menyatakan walaupun Israel bersikap degil, Allah selalu menarik Israel dengan kesetiaan-Nya dan mengikat Israel dengan kasih-Nya. Allah bahkan rela “membungkuk” demi memberi makan bagi Israel. Kasih Allah mengalahkan kedegilan Israel.



Sobat Teruna, Allah adalah Kasih. Allah juga Setia dalam segala keadaan. Mungkin saat ini kita sedang bersukacita dan bergembira atau pun berkecil hati serta merasa putus asa, apa pun keadaan kita, Allah tetap mengasihi kita. Mungkin saat ini kita juga sedang melakukan kesalahan atau kebaikan. Apapun yang kita lakukan saat ini, Allah tetap setia memberkati. Karena kesetiaan dan kasih Allah tidak bergantung pada perbuatan kita. Namun demikian, janganlah melihat ini sebagai kesempatan untuk berbuat dosa, seperti yang dilakukan Bangsa Israel. Sebaliknya, pakailah ini sebagai kesempatan untuk memulihkan kehidupan kita dan menyatakan kasih kepada Allah.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, mohon bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar selalu setia dan percaya kepada-Mu, bahwa dalam segala keadaan, Engkau tetap mengasihiku.