top of page

IMAM HEZDREL


 

Hosea 11: 8 - 9

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. 9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

The Green Pastures adalah sebuah drama yang ditulis pada tahun 1930 oleh Marc Connelly. Drama tersebut diadaptasi dari Ol 'Man Adam an' His Chillun (1928) yang merupakan kumpulan cerita yang ditulis oleh Roark Bradford. The Green Pastures berhasil menjadi pemenang Hadiah Pulitzer untuk Kategori Drama pada tahun 1930. Pada babak akhir drama tersebut diceritakan bahwa Allah mengunjungi perkemahan Israel di Yerusalem untuk berbicara dengan sang pemimpin yang bernama Hezdrel. Hezdrel tidak meyadari kehadiran Allah. Ia bahkan tidak tahu, bahwa dia sedang berbicara dengan Allah yang disembah oleh Musa maupun Hosea.



Allah mempertanyakan imannya. Allah juga mempertanyakan iman orang Israel yang dipimpin Hezdrel. Hezdrel menjawab bahwa ia dan orang Israel menyembah “Allah yang Baru” yaitu “Allah-nya Hosea” dan bukan “Allah-nya Musa.” Menurut Hezdrel, “Allahnya Musa” penuh dengan amarah dan penghukuman. Sedangkan “Allah-nya Hosea” penuh dengan belas kasihan. Keyakinan Hezdrel didasarkan pada pengalaman hidup Nabi Hosea yang mengambil seorang perempuan sundal bernama Gomer menjadi istrinya, atas perintah Allah (Hos. 1:2). Tindakan Hosea ini untuk menggambarkan hubungan antara Allah dan Israel. Allah tetap mengasihi Israel, walaupun bangsa tersebut seringkali tidak setia kepada-Nya. Allah mengerti keterbatasan pemahaman mereka tentang Dia.



Sobat Teruna, keyakinan Hezdrel tentang “Allah-nya Hosea” terlihat jelas dalam kesaksian Hosea 11:8-9. Allah tetap berbelaskasih dengan Israel walaupun mereka telah membelakangi-Nya dan berhenti meninggikan nama-Nya (ay. 7). Bahkan Allah berjanji bahwa hati-Nya akan selalu tertuju kepada Israel. Adakah allah lain yang seperti ini? Tidak Ada! Sobat Teruna, Allah sangat mengasihi kita. Hati Allah selalu tertuju kepada kita. Jadi jangan sia-siakan belas kasih-Nya.


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku bersyukur memiliki Allah yang penuh belas kasih dan hati-Nya selalu tertuju kepadaku. Mohon bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar terus hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada-Mu, ya Allah.


bottom of page