SUNGGUH-SUNGGUH BERTOBAT


Hosea 14: 2 - 4

2 Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. 3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! katakanlah kepada-Nya: ”Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Ada seorang professor yang didatangi oleh seseorang yang berkata ingin menjadi orang Kristen. Sang professor pun berkata, “Niatmu sudah baik, lalu apa yang menjadi masalahmu?” Orang itu tampak ragu, tetapi akhirnya ia berkata, “Saya telah mencuri uang perusahaan.” Sang professor kembali berkata, “Kamu telah berbuat dosa. Berapa banyak yang kamu ambil?” Jawab orang itu, “Kira-kira 1500 dollar.” Sang Profesor pun memberikan nasihat kepada orang itu, “Jadi begini, saya tidak yakin sesuatu dapat berubah dengan sekejap. Tapi berjanjilah untuk tidak mengambil lebih dari 1000 dollar tahun ini dan tahun depan jangan mengambil lebih dari 500 dollar dan setelah beberapa tahun kamu tidak boleh mencuri satu sen pun. Dengan demikian, secara bertahap kamu membiasakan diri untuk tidak mencuri.”


Nasihat professor dalam cerita di atas kelihatannya sangat masuk akal. Namun demikian, sesungguhnya nasihat seperti ini sangat menyesatkan. Memang benar bahwa perubahan tidak terjadi dalam sekejap. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa dalam proses menuju perubahan atau pertobatan, seseorang diizinkan untuk mengulangi kesalahan yang sama, meskipun dalam bentuk yang lebih kecil.


Sobat Teruna, pertobatan adalah sebuah keputusan untuk berhenti melakukan hal yang jahat dan membiasakan diri berbuat baik. Bertobat berarti berusaha untuk berubah dengan cara “menambah jumlah” perbuatan baik dan bukan “mengurangi jumlah” tindakan jahat. Allah menginginkan pertobatan yang sempurna, dan bukan “tobat kumat” (TOMAT). Bertobat dan kembali berbuat jahat. Marilah dengan rendah hati dan jujur, kita mengakui segala kegagalan diri di hadapan Tuhan. Lalu kita berjanji untuk membiasakan diri melakukan kebaikan. Percayalah bahwa pengampunan Allah selalu tersedia bagi mereka yang sungguh-sungguh bertobat.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar tidak melakukan perbuatan yang mengecewakan hati-Mu, melainkan dapat hidup seturut dengan kehendak-Mu.