JANJI ALLAH BUKAN PHP


Ibrani 6 : 13-16

13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: ”Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Mengapa Allah harus bersumpah kepada Abraham ketika Ia hendak menjanjikan berkat kepadanya? Apakah berjanji saja tidak cukup? Apa sebenarnya masalahnya sehingga Allah harus bersumpah?


Abraham adalah manusia biasa, sama seperti kita. Sebagai manusia, kita hidup bergaul dengan orang lain. Dalam pergaulan itu, kita seringkali mengalami kekecewaan karena merasa tertipu atau dikhianati. Misalnya: orang tua berjanji mau menghabiskan waktu bersama, ternyata sampai saat ini masih sibuk. Kakak pelayan berjanji akan berkunjung, ternyata selalu ada acara gereja yang lebih penting. Seorang teman berjanji mau menjadi sahabat setia, tetapi ketika ada kawan baru, ia meninggalkan kita. Teman-teman satu geng berjanji mau selalu kompak dan saling menolong, ternyata tidak diwujudkan, dll. Pengalaman-pengalaman itu membuat kita tidak mudah percaya pada omongan atau janji orang. Abraham pun begitu dan Allah mengerti. Itulah sebabnya, dengan bersumpah, Allah mau meyakinkan Abraham bahwa Dia tidak seperti manusia pada umumnya. Ia adalah Allah yang menepati janji.


Penulis surat Ibrani menceritakan, bahwa orang yang menanti dengan sabar janji Tuhan akan memperoleh apa yang dijanjikan-Nya. Inilah saatnya mengingat, bahwa Allah berjanji akan memberkati kita. Memberkati artinya memberikan kebaikan, segala sesuatu yang berguna dan keselamatan. Perhatikan mekanismenya: Allah bersumpah kepada Abraham, bukan karena Dia tidak dapat dipercaya. Alasannya lebih karena Abraham sudah tidak mudah percaya begitu saja kepada siapapun. Jadi, dengan bersumpah, Allah sedang meyakinkan Abraham, bahwa dia tidak sedang diberi harapan palsu (di-PHP-in). Kepada kita pun demikian. Janji yang kita terima dari Allah, bukan diberikan oleh sosok PHP (pemberi harapan palsu). Dia adalah Allah yang sungguh-sungguh menyatakan janji-Nya bagi kita yang setia menantikan-Nya.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Sungguh aku lega dan bersyukur ketika mengetahui bahwa Engkau adalah Allah yang selalu menepati janji. Tolong aku untuk meneladani-Mu.