IMAN: KEMENANGAN SEJATI


Ibrani 11 : 13-16

13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. 14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. 15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. 16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Satu tujuan dari para pemain dalam suatu pertandingan adalah kemenangan. Tidak ada yang ingin kalah dalam pertandingan. Karena itu, setiap atlit membutuhkan ketekunan, disiplin dan kerja keras dalam berlatih. Tidak ada kemenangan yang diraih tanpa usaha. Satu lagi hal penting bahwa kemenangan tersebut harus diraih dengan cara “fair play”, yaitu menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Dengan demikian, kemenangan yang diraih adalah hasil yang sungguh-sungguh bernilai, karena di situ ada “perjuangan” yang penuh pengorbanan, dari segi waktu, kedisiplinan, kerja keras latihan, dsb.


Para saksi iman yang dicontohkan dalam surat Ibrani membuktikan bahwa mereka setia di tengah ancaman dan tantangan yang dihadapi. Mereka tetap tegar dalam iman kepada Tuhan. Kesetiaan mereka ini tidak sia-sia. Tuhan memberikan janji-Nya bagi mereka yang setia. Tuhan mempersiapkan kota bagi mereka, kota kemuliaan Allah di sorga (ay.16).


Sobat Teruna, hidup ini penuh dengan harapan. Kita belajar dengan harapan ada masa depan yang cerah. Kita rajin berolah-raga dengan harapan tubuh tetap sehat dan kuat. Kita sebagai orang percaya juga mempunyai harapan dapat masuk dalam kemuliaan Tuhan yang abadi. Namun, semua harapan harus “diperjuangkan.” Karena itu, apa pun yang dialami dalam hidup ini, kita tidak boleh goyah dan rapuh. Kita harus tegar dan teguh bagaikan pohon yang kuat menahan terpaan angin kencang. Sikap tahan uji itu menimbulkan pengharapan (Rm.5:4). Harapan harus “diperjuangkan” dengan ketekunan dan kesetiaan. Percayalah bahwa segala tantangan dan kendala yang dihadapi akan diganti dengan sukacita dari Allah. Lalu akhirnya Sobat Teruna akan menerima kemenangan meraih segala harapan. Itulah kemenangan abadi di dalam iman kepada Tuhan Yesus.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mohon berkatilah aku meraih harapan masa depan dalam kesetiaan kepada-Mu.