IMAN: YANG BERTUMBUH DAN BERBUAH


Ibrani 12 : 1-11

1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. 5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ”Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Apa reaksi kita jika ditegur atau dimarahi papa atau mama? Adakah yang menangis, marah, tidak terima lalu membalasnya dengan teguran; atau menerimanya sebagai perbaikan diri agar lebih baik? Banyak reaksi yang bisa terjadi. Kenyataan yang sering terjadi adalah kita sulit menerima jika ditegur atau dimarahi oleh papa-mama. Padahal papa-mama tidak akan menegur atau marah jika kita melakukan yang benar. Teguran atau kemarahan dari orangtua tersebut seharusnya menyadarkan ada perbuatan salah yang kita lakukan. Teguran tersebut seharusnya memberi hikmat bahwa kita sedang diperbaiki dari tindakan yang salah.



Gambaran teguran dan kemarahan di atas juga menggambarkan bagaimana Tuhan mendidik umat-Nya agar semakin dewasa dalam iman. Iman yang bertumbuh dan berbuah dari hasil didikan Tuhan. Tuhan mendidik melalui “ganjaran” bukan tanpa alasan. Tuhan mengingatkan agar jangan menganggap enteng atau pun berputus asa terhadap didikan serta peringatan Tuhan. Di balik “ganjaran” yang Tuhan berikan, jika kita memahaminya, ada buah yang dihasilkan. Kita menjadi lebih baik dan menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai bagi kita (ay. 11).



Iman yang bertumbuh dan berbuah dihasilkan dari didikan yang kadang menyakitkan. Itu bagaikan besi yang sedang dibentuk oleh seorang pandai besi. Ia membakar besi ke dalam pembakaran yang bersuhu tinggi. Dengan dibakar di dalam suhu tinggi, besi dapat dibentuk sesuai keinginan dan harapan si pembuat. Artinya besi dapat dibentuk menjadi lebih indah dari sebelumnya. Proses pembakaran yang “menyakitkan” itu berubah menjadi sukacita ketika besi berganti ke bentuk yang lebih indah. Sobat, mari bertumbuh, berubah dan berbuah dengan didikan yang Tuhan Yesus berikan dalam hidup kita selaku Teruna GPIB.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Kristus, terimakasih atas didikan Kasih-Mu, agar imanku semakin bertumbuh dan berbuah selaku Teruna.