top of page

TUHAN ADALAH PRIORITAS UTAMA DALAM HIDUP


 

Hagai 1 : 1-7

1 Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: 2 ”Beginilah firman Tuhan semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!” 3 Maka datanglah firman Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4 ”Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 5 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 7 Beginilah firman Tuhan semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Ada tiga kebutuhan yang menjadi prioritas manusia dalam kehidupannya, yaitu sandang, pangan dan papan. Sangat wajar jika manusia bekerja keras untuk memenuhi tiga kebutuhan tersebut. Namun, ada yang menarik dalam bacaan Alkitab hari ini. Umat Israel mendapat teguran Tuhan karena memrioritaskan pembangunan rumah mereka sendiri sepulang dari pembuangan di Babel. Sebenarnya tidak salah jika umat Israel membangun rumah sendiri. Masalahnya ialah umat Israel membiarkan Bait Tuhan di Yerusalem yang dihancurkan Bangsa Babel tetap menjadi reruntuhan. Umat Israel berpikir bahwa keadaan ekonomi belum mengizinkan mereka untuk memulai pembangunan Bait Allah. Karena itu mereka menyibukkan diri untuk mendirikan rumah sendiri. Sehubungan dengan itu, nabi Hagai menyampaikan suara Tuhan yang berisi peringatan. Sikap mengabaikan pembangunan Bait Tuhan akan membuat umat Israel tidak akan mengalami berkat-Nya. Nabi Hagai mengatakan bahwa langit akan menahan embun, bumi menahan hasilnya dan kekeringan akan datang ke atas bumi (ay.10,11). Keadaan itu akan dialami umat Israel karena Bait Tuhan bukan sekedar bangunan ibadah seperti gedung gereja di zaman sekarang. Bait menjadi simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Itu berarti ketidakpedulian membangun kembali Bait Tuhan menyiratkan pesan bahwa umat Israel tidak memrioritaskan kehadiran-Nya di tengah kehidupan umat-Nya.



Sobat Teruna, firman Tuhan mau mengajarkan bahwa di tengah kehidupan yang terkadang berat, penuh tantangan dan pencobaan, Dia harus menjadi prioritas utama dalam setiap hal yang kita jalani. Uang, kekayaan dan materi memang dibutuhkan, namun jika Tuhan tidak hadir dalam kehidupan kita, maka keadaan yang penuh berkat dan damai sejahtera tidak akan dialami. Marilah kita selalu memrioritaskan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita.


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya, Tuhan aku mengakui, bahwa jika Engkau tidak hadir, maka hidupku akan hampa dan tidak ada damai sejahtera. Mari Tuhan, hadirlah dalam hidupku.

bottom of page