RAHASIA PEMILIHAN KITA


Imamat 8 : 1-30

1 Tuhan berfirman kepada Musa: 2 ”Panggillah Harun dan anak-anaknya bersama-sama dengan dia, dan ambillah pakaian-pakaian, minyak urapan, dan lembu jantan korban penghapus dosa, dua domba jantan dan bakul berisi roti yang tidak beragi, 3 lalu suruhlah berkumpul segenap umat ke depan pintu Kemah Pertemuan.” 4 Musa melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, lalu berkumpullah umat itu di depan Kemah Pertemuan. 5 Berkatalah Musa kepada umat itu: ”Inilah firman yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan.” 6 Lalu Musa menyuruh Harun dan anak-anaknya mendekat, dan dibasuhnyalah mereka dengan air. 7 Sesudah itu dikenakannyalah kemeja kepadanya, diikatkannya ikat pinggang, dikenakannya gamis, dikenakannya baju efod, diikatkannya sabuk baju efod dan dikebatkannya sabuk itu kepadanya. 8 Dikenakannyalah tutup dada kepadanya dan dibubuhnya di dalam tutup dada itu Urim dan Tumim. 9 Kemudian ditaruhnyalah serban di kepalanya, dan di atas serban itu di sebelah depan ditaruhnyalah patam emas, yakni jamang yang kudus, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. 10 Musa mengambil minyak urapan, lalu diurapinyalah Kemah Suci serta segala yang ada di dalamnya dan dikuduskannya semuanya itu. 11 Dipercikkannyalah sedikit dari minyak itu ke mezbah tujuh kali dan diurapinya mezbah itu serta segala perkakasnya, dan juga bejana pembasuhan serta alasnya untuk menguduskannya. 12 Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya. 13 Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu dikenakannyalah kemeja kepada mereka, diikatkannya ikat pinggang dan dililitkannya destar, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. 14 Disuruhnyalah membawa lembu jantan korban penghapus dosa, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan korban penghapus dosa itu. 15 Lembu itu disembelih, lalu Musa mengambil darahnya, kemudian dengan jarinya dibubuhnyalah darah itu pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya, dan dengan demikian disucikannyalah mezbah itu dari dosa; darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah. Dengan demikian dikuduskannya mezbah itu dan diadakannya pendamaian baginya. 16 Diambillah segala lemak yang melekat pada isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang serta lemaknya, lalu Musa membakarnya di atas mezbah. 17 Tetapi lembu jantan itu dengan kulit, daging dan kotorannya dibakarnya habis di luar perkemahan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.18 Kemudian disuruhnya membawa domba jantan korban bakaran, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu. 19 Domba itu disembelih, lalu Musa menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya. 20 Domba itu dipotong-potong menurut bagian-bagian tertentu, lalu Musa membakar kepalanya dan bagian-bagiannya dan lemaknya. 21 Tetapi isi perut dan betisnya dibasuh dengan air, lalu Musa membakar seluruh domba jantan itu di atas mezbah. Itulah korban bakaran, yang baunya menyenangkan; yakni suatu korban api-apian bagi Tuhan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. 22 Kemudian disuruhnya membawa domba jantan yang lain, yakni domba persembahan pentahbisan, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu. 23 Domba jantan itu disembelih, lalu Musa mengambil sedikit dari darahnya dan membubuhnya pada cuping telinga kanan Harun, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya. 24 Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu membubuh sedikit dari darah itu pada cuping telinga kanan mereka, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, lalu Musa menyiramkan darah selebihnya pada mezbah sekelilingnya. 25 Diambilnyalah lemaknya, ekornya yang berlemak, segala lemaknya yang melekat pada isi perut, umbai hatinya, kedua buah pinggang serta lemaknya dan paha kanannya. 26 Dan dari dalam bakul berisi roti yang tidak beragi, yang ada di hadapan Tuhan, diambilnyalah satu roti bundar yang tidak beragi, satu roti bundar yang diolah dengan minyak dan satu roti tipis, lalu diletakkannya di atas segala lemak dan di atas paha kanan itu, 27 dan ditaruhnya seluruhnya di telapak tangan Harun dan di telapak tangan anak-anaknya, dan dipersembahkannya semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan Tuhan. 28 Kemudian Musa mengambil semuanya dari telapak tangan mereka, lalu dibakarnya di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran. Itulah persembahan pentahbisan untuk menjadi bau yang menyenangkan; itulah suatu korban api-apian bagi Tuhan. 29 Musa mengambil dada domba itu, dan mempersembahkannya sebagai persembahan unjukan di hadapan Tuhan. Itulah yang didapat Musa sebagai bagiannya dari domba jantan persembahan pentahbisan itu, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. 30 Dan lagi Musa mengambil sedikit dari minyak urapan dan dari darah yang di atas mezbah itu, lalu dipercikkannya kepada Harun, ke pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan ke pakaian anak-anaknya. Dengan demikian ditahbiskannyalah Harun, pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, dalam pembacaan Alkitab hari ini, Harun dan anak-anaknya ditahbiskan sebagai imam di tengah-tengah Bangsa Israel. Penahbisan ini dilakukan atas perintah TUHAN. Prosesinya begitu panjang, mulai dari pembasuhan dengan air, pengenaan pakaian liturgis dan atributnya, pengurapan dengan minyak ke atas kepala Harun juga anak-anaknya, sampai persembahan kurban bakaran. Bahkan perayaan penahbisan imam tersebut berlangsung selama tujuh hari. Karena itu mereka tidak boleh pergi dari depan pintu kemah pertemuan dan harus mengikuti semua aturan dari TUHAN yang disampaikan melalui Musa.



Mengapa TUHAN memilih suku Lewi dan bukan yang lain untuk menjadi imam di tengah-tengah Bangsa Israel? Itu adalah hak prerogatif (istimewa) TUHAN. Hal itu sama halnya dengan mengapa TUHAN memilih Musa menjadi hamba-Nya yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, walaupun dia memiliki kelemahan. Tidak ada yang bisa mengatur kehendak Tuhan. Sebaliknya, kita justru yang diatur oleh Tuhan, termasuk alam semesta ini. Pengaturan Tuhan tentu ada maksud dan tujuan yang baik dan benar serta berkaitan satu dengan yang lain terhadap keberlangsungan banyak hal.



Jika kita dipilih untuk menempati posisi tertentu di suatu tempat, dalam sebuah keluarga maupun organisasi, dll., tentu itu bukan suatu hal yang kebetulan. Pasti ada ide Ilahi di balik semua itu dengan tujuan untuk menyatakan kemuliaan-Nya maupun bagi kegunaan dan kebaikan banyak pihak. Jadi Sobat Teruna, kiranya kita tidak abai terhadap segala aturan atau perintah Tuhan ketika melaksanakan tugas maupun peran tertentu. Jika kita melakukan tugas maupun peran dengan sungguh-sungguh dan benar, niscaya akan menemukan serta mengetahui rahasia (maksud) indah Tuhan memilih Sobat Teruna yang melaksanakannya.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku bersyukur dipilih sebagai hamba-Mu untuk melakukan peran dan tugas khusus dengan sungguh-sungguh agar mengetahui maksud pemilihan-Mu atas diriku, terlebih semua itu juga berguna bagi orang lain serta memuliakan Nama-Mu. Amin

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon