KESETIAAN BERIMAN


Yesaya 40 : 1-8

1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya,bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: ”Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup,dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” 6 Ada suara yang berkata: ”Berserulah!” Jawabku: ”Apakah yang harus kuserukan?” ”Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. 7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. 8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


“Tidak ada kekuatan di bumi yang dapat menghentikan orang-orang tertindas, yang bertekad untuk memenangkan kebebasan mereka, “ kata Nelson Mandela. Ia dijebloskan ke penjara selama 27 tahun di Pulau Robben yang terkenal kejam. Namun demikian, karirnya justru bersinar setelah ia dibebaskan dari penjara. Pada tahun 1990, Mandala terpilih sebagai presiden di Afrika Selatan.



Bangsa Israel juga pernah mengalami pergumulan sebagai orang-orang yang tertindas dan menjadi tawanan dalam tempat pembuangan di Babel. Bagian kedua (pasal 40-48) kitab Yesaya ini memberitakan kabar baik, bahwa Allah akan memakai Koresh, raja Persia, untuk mengalahkan Babel dan mengizinkan orang Israel kembali ke Yerusalem. Berita kelepasan yang disampaikan nabi Yesaya, khususnya pada bacaan alkitab hari ini, sangat menghibur Bangsa Israel (ay.1). Janji pembebasan ini menjadi suatu pertanda, bahwa penghukuman karena ketidaksetiaan mereka akan segera diakhiri oleh Allah (ay.2). Hal ini sekaligus juga menjadi momentum yang tepat bagi Bangsa Israel untuk kembali membuat komitmen baru tentang kesetiaan sebagai umat pilihan terhadap Allah.



Sobat teruna, bersyukurlah jika Allah mengijinkan kita mengalami masa-masa sulit. Walaupun sepertinya hidup kita susah, tetapi ada banyak pelajaran berharga yang dapat diambil dari semua pengalaman tersebut. Terlebih kita dapat mengetahui betapa besar kasih setia Allah yang mau membentuk orang pilihan-Nya menjadi pribadi yang luar biasa maupun umat-Nya yang setia. Mari menjadi teruna yang setia beriman kepada Tuhan. Biarlah kita tetap setia berpegang teguh pada Firman dan dalam menanti penggenapan janji Allah, khususnya ketika mengalami situasi dan kondisi yang tak menentu serta berbeban berat. Sebab semua itu hanya sementara, tetapi Firman Allah tetap untuk selama-lamanya.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, tolong aku tetap beriman dan setia kepada-Mu dalam keadaan apapun, sehingga dilayakkan melihat kemuliaan-Mu dinyatakan atas masalah yang sedang kugumuli. Amin.