ALLAH BERKUASA!


Yesaya 41 : 1-7

1 Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk beperkara! 2 Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannyadan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debudan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. 3 Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalanyang belum pernah diinjak kakinya. 4 Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, Tuhan, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga. 5 Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi takut, ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat. 6 Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: ”Kuatkanlah hatimu!” 7 Tukang besi menguatkan hati tukang emas,dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: ”Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Bangsa Yehuda melakukan yang jahat di mata Tuhan. Tuhan menjadi murka. Yesaya menubuatkan bahwa kalau mereka tetap melakukan kejahatan maka mereka akan dibuang ke Babel. Inilah cara Allah mendidik. Namun, Allah juga penuh kasih dan Pemurah. Di dalam murka-Nya, Dia juga merencanakan bagaimana membebaskan umat-Nya dari pembuangan di Babel. Nabi Yesaya mengatakan bahwa akan muncul seorang pembebas yang akan melaksanakan kehendak Allah untuk mengalahkan bangsa-bangsa dan melindungi bangsa Yehuda (ayat 2-3). Tidak ada seorang pun yang mampu membendung kuasa dan rencana Allah. Rencana Allah ini digenapi melalui Koresh (Yesaya 44:28, Yesaya 45:1 dan Yesaya 45:13). Siapakah Koresh sehingga Allah memakainya? Koresh adalah Raja Persia dan berkuasa di Persia dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 9 tahun. Raja Koresh berusaha menyatukan negara-negara yang bermusuhan. Dalam perjalanannya menaklukkan negara-negara tersebut, dia berhasil menaklukkan Babel, yang pada saat itu merupakan negara adi daya. Salah satu anugerah atas keberhasilan Koresh menaklukkan Babel ini dirasakan oleh bangsa Yehuda, yaitu memulangkan mereka kembali ke Yerusalem dan membantu bangsa Yehuda membangun Bait Allah di sana.



Koresh bukan orang percaya, tapi dia adalah raja yang menghormati agama, tradisi dan adat-istiadat bangsa lain. Inilah yang membedakan dia dengan raja-raja sebelumnya. Namun, di dalam kuasa-Nya, Allah memakai Koresh sebagai pembebas bangsa Yehuda.



Sobat Teruna, hari ini kita belajar akan kekuasaan dan kedaulatan Allah. Allah membangkitkan seorang pembebas bagi orang-orang percaya. Allah bisa memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik orang jahat maupun orang baik. Tujuan-Nya adalah agar umat-Nya terlindungi. Masihkah kita meragukan perlindungan-Nya?


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, terimakasih bahwa di dalam kedaulatan-Mu aku tetap terlindungi. Ajarkan aku untuk terus memercayakan diriku kepada-Mu.