PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS


Yesaya 50 : 4-6

4 Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, nabi juga dapat disebut sebagai pemimpin umat. Ia bertugas untuk menyampaikan firman Tuhan. Kisah para nabi banyak terdapat dalam Perjanjian Lama. Seorang nabi bukan sekadar pemimpin agama, melainkan seorang yang dirinya telah dimasuki dan dikuasai oleh Roh Allah dan firman Allah (Yeh 37:1,4). Karena di dalam dirinya ada Roh dan Firman, nabi Perjanjian Lama mempunyai tiga ciri yakni; pengetahuan yang dinyatakan secara ilahi, kuasa yang diberikan secara ilahi dan gaya hidup yang khusus. Bukti bahwa nabi mementingkan gaya hidup khusus terdapat dalam Yesaya 50:4-6. Dinyatakan bahwa Tuhan memberikan lidah seorang murid agar melalui perkataan sang nabi, banyak orang mendapatkan semangat baru (ay.4). Lidah seorang murid menggambarkan bahwa sang nabi adalah sosok yang akan berbicara menyampaikan pesan Allah untuk menghibur orang-orang yang letih lesu karena dosa. Dinyatakan bahwa tidak ada pemberontakan dari sang nabi ketika Tuhan membuka telinganya. Sebaliknya, sang nabi justru tetap berjuang memimpin umat meskipun ia harus mendapatkan siksaan, dihina dan dipermalukan (ay.5-6). Ayat ini hendak memberikan suatu informasi bahwa nabi yang akan membebaskan bangsa Israel adalah sosok yang memiliki integritas sangat kuat.



Sobat yang dikasihi Tuhan, integritas adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang termasuk para teruna. Teruna harus menunjukkan integritas dalam kehidupan melalui perilaku dan tindakan sehari-hari. Integritas menunjukkan konsistensi antara ucapan dan keyakinan yang tercermin dalam perbuatan sehari-hari. Mempertahankan konsistensi demi integritas bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Namun demikian, kita harus mempertahankan integritas agar terjadi perubahan yang besar bagi diri sendiri dan sesama.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong tuntun aku dalam mempertahankan integritas sebagai murid-Mu agar hidupku mengalami perubahan ke arah yang positif.