PEMIMPIN YANG SEJATI


Yesaya 52 : 13-15

13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. 14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia –begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi –15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, banyak orang memiliki keinginan untuk menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi. Mereka berupaya sedemikian rupa agar dapat menduduki jabatan kepemimpinan. Misalnya dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden berupaya sedemikian rupa untuk memenangkan pemilu. Mereka membentuk tim sukses dan melakukan kampanye untuk menarik hati warga. Setelah terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, mereka tentu berusaha menjadi pemimpin yang sejati.



Sobat Teruna, berupaya keras untuk menjadi pemipin yang sejati bukanlah suatu hal yang keliru. Namun perlu dipahami bahwa manusia memiliki keterbatasan. Manusia harus mengandalkan Tuhan dalam berusaha menjadi pemimpin yang sejati. Tanpa Tuhan, usaha yang dilakukan pasti sia-sia. Ketika kita sudah memiliki jabatan kepemimpinan dan tidak mengandalkan Tuhan, pasti hasilnya tidak memuaskan. Oleh karena itu, Yesaya memberikan penegasan “bahwa hamba-Ku akan berhasil” (ay.13). Maksud dari “hamba-Ku” adalah orang yang taat dan setia kepada Tuhan.



Sobat Teruna, pemimpin yang sejati tidak akan mendapat malu. Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan (ay.13). Meskipun banyak orang akan mencerca bahkan membenci, namun mereka akan tercengang atas pekerjaan yang dilakukan para pemimpin sejati. Mereka akan diam dan melihat akan karya yang dilakukan bersama dengan Tuhan. Kita harus menjadi pemimpin yang sejati dalam kehidupan ini. Dalam melaksanakan tugas tanggung jawab entah sebagai anak maupun siswa, kita harus tetap mengandalkan kekuatan Tuhan agar dapat melakukan tugas dan tanggung jawab itu dengan baik. Kita juga tidak akan mendapat malu ketika mengandalkan kekuatan Tuhan. Ketika mengandalkan kekuatan Tuhan, hasil kerja kita pasti menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, aku membutuhkan dan memohon kekuatan-Mu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab setiap hari.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon