TIDAK TAAT PADA ATURAN


Imamat 10: 1-7

1 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan Tuhan api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. 2 Maka keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan Tuhan. 3 Berkatalah Musa kepada Harun: ”Inilah yang difirmankan Tuhan: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku.” Dan Harun berdiam diri. 4 Kemudian Musa memanggil Misael dan Elsafan, anak-anak Uziel, paman Harun, lalu berkatalah ia kepada mereka: ”Datang ke mari, angkatlah saudara-saudaramu ini dari depan tempat kudus ke luar perkemahan.” 5 Mereka datang, dan mengangkat mayat keduanya, masih berpakaian kemeja, ke luar perkemahan, seperti yang dikatakan Musa. 6 Kemudian berkatalah Musa kepada Harun dan kepada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun: ”Janganlah kamu berkabung dan janganlah kamu berdukacita, supaya jangan kamu mati dan jangan Tuhan memurkai segenap umat ini, tetapi saudara-saudaramu, yaitu seluruh bangsa Israel, merekalah yang harus menangis karena api yang dinyalakan Tuhan itu. 7 Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati, karena minyak urapan Tuhan ada di atasmu.” Mereka melakukan sesuai dengan perkataan Musa.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, selama hidup kita harus belajar menaati peraturan. Peraturan-peraturan dibuat agar terjalin keharmonisan hidup di tengah perbedaan kepentingan, pemikiran serta budaya. Namun demikian, seringkali kita melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan. Akibatnya mendatangkan malapetaka dalam kehidupan kita. Misalnya ketika mengendari kendaraan bermotor, kita enggan menggunakan helm atau sabuk pengaman bahkan tidak membawa SIM atau STNK. Akhirnya kita ditilang oleh polisi. Kita harus membayar denda atas pelanggaran tersebut. Lebih parah lagi, jika kita mengalami kecelakaan, lalu menjadi cacat bahkan meninggal di tempat karena tidak ada alat pengaman. Menyedihkan bukan? Dalam hal ini, kita sedang membahas tentang akibat dari melanggar peraturan yang dibuat oleh manusia. Bagaimana jika kita melanggar peraturan yang dibuat oleh Tuhan?



Sobat Teruna, pembacaan hari ini menceritakan bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang tidak menaati perintah Tuhan. Nadab dan Abihu, anak-anak Harun melakukan apa yang tidak diperintahkan oleh Tuhan (ay.1). Akhirnya mereka pun mati karena perbuatan tersebut (ay.2). Kejadian ini dijelaskan oleh Musa kepada Harun dan saudara-saudaranya. Maksudnya agar mereka memahami dan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan sehingga Dia tidak murka. Musa juga memerintahkan mereka untuk mengangkat mayat Nadab dan Abihu. Ia pun menasihati Eleazar dan Itamar supaya mereka tidak bersedih atas peristiwa yang terjadi.



Sobat Teruna, mungkin kita merasa tidak bebas dengan adanya segala peraturan yang ada. Namun peraturan-peraturan tersebut membimbing kita ke dalam kehidupan yang penuh damai sejahtera. Jangan sampai kita menyesal dan mengalami kesusahan karena tidak menaati peraturan. Jadilah Teruna yang taat pada peraturan agar hidup kita menjadi bermakna dan dapat menjadi saluran berkat bagi sesama.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, aku ingin hidup dalam peraturan-peraturan yang ada supaya hidupku menjadi bermakna. Tolong bimbinglah dan sertailah aku dalam melakukan hal tersebut.