MURKA TUHAN KEPADA PEMIMPIN PALSU


 

2 Petrus 2: 1-16

1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, – 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa – 9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, 10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah.Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, 11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. 12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, 13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. 14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. 16 Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Sobat Teruna, mungkin kita tidak asing lagi dengan sebutan pemimpin palsu. Pemimpin palsu adalah orang-orang yang melaksanakan tugas kepemimpinan untuk memuaskan hawa nafsu, seperti: egoisme, ambisi, mencari nama baik dan seterusnya. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk meraih apa yang diinginkan. Mereka memberikan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan dan mengesampingkan Sang Pemimpin Agung (ay.1). Mungkin mereka merasa berada ‘di atas awan’ untuk saat ini. Namun sesungguhnya telah tersedia hukuman dan kebinasaan atas kehidupan mereka (ay.4). Meskipun telah tersedia hukuman dan kebinasaan bagi mereka, nampaknya para pemimpin palsu tidak mau memikirkan hal tersebut. Mereka tetap berjalan pada jalannya sendiri. Mereka menjatuhkan orang-orang baik demi meraih apa yang diinginkan. Mereka membuat orang-orang baik itu menjadi tersiksa. Sang pemimpin palsu tidak mungkin memikirkan kehidupan sesamanya karena mata hatinya sudah ditutupi oleh berbagai macam hawa nafsu. Ia sudah merasa nyaman dengan hidup dalam kecemaran yang menghina perintah Tuhan (ay.10). Padahal sebenarnya para pemimpin palsu itu akan menerima penghukuman Tuhan atas perbuatan yang mereka lakukan sebagaimana dinyatakan dalam ayat 12 dan 13.


Sobat Teruna, uraian di atas membuktikan bahwa hukum tabur tuai pasti berlaku dalam kehidupan ini. Dalam hal ini hukum tabur tuai harus dipahami dalam frame moralitas. Jika kita menaburkan kebaikan, maka suatu saat pasti akan menuai hal-hal baik pula. Begitu juga sebaliknya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan agar kita kelak tidak menjadi pemimpin palsu. Sebaliknya, biarlah dalam kehidupan ini kehadiran kita membawa damai sejahtera dan sukacita baik di rumah, sekolah, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan bergereja.


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong bimbing aku untuk melakukan kebaikan dan lindungilah serta lepaskanlah dari hawa nafsu yang membawa ke jurang kebinasaan.