JANGAN PERNAH TAWAR HATI


2 Korintus 4: 1-6

1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. 2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. 6 Sebab Allah yang telah berfirman: ”Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, apa rahasia Rasul Paulus sehingga bisa tetap setia dalam pelayanan Pekabaran Injil di berbagai kota? Ia tidak pernah menjadi tawar hati dan meninggalkan pekerjaan yg mulia ini walaupun banyak mengalami rintangan yang bisa membawanya ke dalam kematian. Rahasianya adalah kesadaran bahwa dia telah berjumpa dengan Tuhan Yesus. Perjumpaan itu mendorongnya untuk harus memberitakan Injil dalam situasi dan keadaan apa pun. Persoalannya ternyata masih banyak orang yang menolak kabar baik tentang Yesus dan tidak mau menjadi murid-Nya. Bagaimana penilaian kita tentang sikap penolakan pelayanan tersebut? Bagi Paulus, penolakan terhadap Injil menandakan bahwa hati orang tersebut tertutup oleh keinginan duniawi sehingga menolak tawaran keselamatan oleh Yesus Kristus. Orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat berarti menolak hidup yang kekal yang dijanjikan-Nya. Hidup bersama dengan Tuhan Yesus di dunia dan di sorga tidak diperolehnya. Paulus menyatakan bahwa arti pelayanan Pekabaran Injil adalah mewartakan kemuliaan Kristus yang menyelamatkan, bukan memuliakan diri sendiri. Ini perbedaan pelayanan Paulus dibandingkan dengan pelayan-pelayan yang mau menonjolkan dirinya untuk menerima hormat dari jemaat-jemaat.



Sobat teruna, inti pelayanan sebenarnya bukan sebatas mengagumi Tuhan Yesus dan dikagumi warga jemaat. Pusat pelayanan adalah kesetiaan dalam memikul salib. Salib Tuhan Yesus di depan. Sedangkan para pelayannya dan umat Tuhan di belakang salib. Tuhan Yesus menjadi nomor satu. Kita hanya alat-Nya untuk menyatakan kasih-Nya, yang membuat orang mengagumi-Nya. Mari jaga kesetiaan kita dalam melayani Kristus dan memikul salib. Jika Tuhan Yesus menjadi yang segala-galanya, maka Sobat Teruna tidak akan menjadi tawar hati dalam mengikut dan melayani-Nya.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku tidak tawar hati dalam mengikuti dan melayani-Mu di dunia ini.