AKU MENGASIHI AYAH DAN IBUKU



 

Rut 1:6-10


6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. 7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda, 8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 10 dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, ada pepatah mengatakan kasih anak sepanjang tangga, kasih orang tua sepanjang jalan. Pepatah ini menyatakan bahwa kasih orang tua itu tidak terbatas kepada anaknya, sedangkan kasih seorang anak tidak akan seperti kasih orang tua.


Itulah yang ditunjukkan oleh Naomi kepada kedua anak menantunya, Rut dan Orpa. Sebagai ibu, Naomi tidak ingin menantunya menderita ketika mengikutinya kembali ke Bethlehem. Naomi sebagai seorang janda yang telah kehilangan kedua anak lelakinya juga telah kehilangan segala kekayaan dalam hak waris keluarga Elimelekh demikian yang berlaku dalam budaya Yahudi. Naomi tidak akan memiliki harta apa pun di tanah kelahirannya. Oleh karena itu, Naomi menginginkan kedua menantu perempuannya ini berbahagia sehingga ia menyuruh mereka pulang kembali kepada keluarga mereka.


Sobat Teruna, begitu juga kasih orang tua kita, mereka memelihara kita sejak kita lahir. Mereka memberikan apa yang kita butuhkan, mendidik kita untuk mengetahui hal yang baik dan benar serta banyak lagi yang telah dilakukan orang tua kita kepada kita. Sekalipun mereka tidak sempurna dan penuh keterbatasan tetapi mereka terus berusaha memberikan yang terbaik kepada kita. Melalui firman ini, mari kita bersedia dan berjanji untuk menyayangi dan menghormati mereka dalam kehidupan kita setiap hari. Kita tidak pernah dapat membalas segala kebaikan orang tua kita. Dengan menyayangi, menghormati mereka serta menjadi anak yang berprestasi baik dalam dunia pendidikan dan terus menjadi anak yang rajin berbuat baik kepada sesama, maka kita dapat memberi sedikit kebanggaan dalam diri mereka atas diri kita. (PPRR)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus terima kasih telah memberikan orang tua yang mengasihiku. Tolonglah aku agar dapat menjadi anak yang mengasihi dan menghormati mereka serta dapat membuat mereka bangga kepada diriku.