top of page

AKU PATUH PADA ATURAN YANG BERLAKU



 

Rut 4: 1-6


1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka. 3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab. 4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


“Anda harus belajar aturan permainan dan kemudian kita harus bermain lebih baik dari orang lain” (Albert Einstein). Kata-kata ini adalah ucapan Albert Einstein yang memotivasi kita untuk memahami aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat dan menjadi lebih baik dalam bertindak di tengah masyarakat.


Sobat Teruna, Boas paham aturan masyarakat Yahudi mengenai menebus milik saudaranya, maka ia bersikap sesuai dengan aturan main yang berlaku dalam tradisi Yahudi itu ketika menyelesaikan persoalan yang ada. Boas memilih sepuluh orang dari para tua-tua kota itu sebelum ia membicarakan mengenai menebus tanah milik Elimelekh. Boas juga menawarkan terlebih dahulu kepada orang terdekat dengan Elimelekh karena ia yang lebih pantas menebus tanah Elimelekh dan juga Rut.


Sobat Teruna, di rumah orang tua memberi kita aturan. Sebagai contoh; tidak boleh tidur lebih dari jam 09.00 malam. Di sekolah ada aturan tidak boleh terlambat datang ke sekolah. Sebagai anak-anak Tuhan juga ada aturan; salah satunya tidak boleh berdusta. Di semua sendi kehidupan kita terdapat aturan-aturan yang bertujuan menata kehidupan kita dengan orang lain agar terjadi keharmonisan dan keselarasan sehingga tujuan pribadi dan bersama dapat dicapai. Pahami aturan yang ada dan taati aturan itu dengan baik agar kita menjadi pribadi yang lebih baik di dalam masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Einstein. Aturan di sini kita lihat sebagai sesuatu yang positif bagi pelakunya. Mari membina diri untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku meskipun aturan itu sederhana. (PPRR)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus tolonglah aku menjadi pribadi yang senantiasa taat pada aturan-aturan yang ada dan mengembangkan diri di dalam tatanan-tatanan yang berlaku.




Comments


bottom of page